Daftar Gunung Aktif di Indonesia yang Harus Diwaspadai

Travel

Selain Gunung Anak Krakatau, terdapat beberapa gunung aktif di Indonesia yang keberadaannya harus diwaspadai. Apa saja?

Tidak dipungkiri jika Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki gunung berapi terbanyak. Bisa dikatakan setiap daerah terdapat satu bahkan lebih gunung api aktif.

Mungkin Anda masih ingat bahwa erupsi dari Gunung Anak Krakatau pada tanggal 22 Desember 2018 kemarin menjadi kabar yang sangat menggemparkan untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan, dampak dari erupsi tersebut adalah timbulnya tsunami dan menghatam hampir seluruh daratan di Provinsi Banten dan Lampung.

Selain Gunung Anak Krakatau, masih ada kurang lebih 68 gunung api aktif di Indonesia yang harus diwaspadai. Berikut ini informasi selengkapnya.

Gunung Aktif di Indonesia

Gunung Bromo

Salah satu gunung paling cantik di dunia ini terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Gunung Bromo memiliki keindahan alam berupa lanskap lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas 10 kilometer persegi.

Sepanjang abad 20 hingga abad 21, Bromo telah meletus sebanyak 68 kali. Terakhir pada Minggu, 10 Januari 2016, Bromo mengeluarkan 11 kali letusan eksplosif disertai gempa vulkanik yang getaran amplitudo jarum seismografnya mencapai 42 milimeter.

Gunung Kelud

Gunung Kelud terletak di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Letusan hebat Gunung Kelud bahkan tercatat dalam kitab Negarakretagama karangan Mpu Prapanca pada 1334. Gunung Kelud juga kembali meletus pada 1919, 1951, 1966, 1990, 2007, dan 2010. Letusan 3 November 2007 berlangsung selama seminggu disertai muntahan material vulkanik berupa air panas mendidih, lahar, asap, abu, dan pasir.

Letusan dahsyat terakhir pada tanggal 3 Februari 2014 bahkan sanggup mengirim hujan abu vulkanik tebal hingga ke wilayah Solo dan Yogyakarta.

Gunung Lokon

Gunung Lokon terletak di kawasan Kota Tomohon, Sulawesi Utara, dan menjadi kembaran dari Gunung Empung. Gunung berapi ini sempat meletus pada Sabtu, 29 Agustus 2015 sekitar pukul 23.49 WITA. Letusan tersebut mengakibatkan terjadinya gempa vulkanik dan menerbangkan material debu vulkanik hingga 1,5 kilometer ke arah timur dan utara.

Peningkatan aktivitas Gunung Lokon kembali tercatat pada 16 Januari 2018. Saat itu, seismograf merekam adanya tremor di kawah tompaluan Gunung Api Lokon. Namun, meski mengalami peningkatan aktivitas, Gunung Lokon masih berstatus Level II atau Waspada.

Gunung Merapi

Gunung berapi dengan ketinggian 2.968 MDPL ini terletak di perbatasan antara Propinsi Jawa Tengah dan D. I. Yogyakarta. Tercatat, Gunung Merapi telah aktif sejak kurun waktu 10.000 tahun yang lalu dan senantiasa dipantau hingga detik ini.

Gunung Merapi terakhir mengalami letusan dahsyat pada tahun 2010 hingga merenggut nyawa sang juru kunci, Mbah Maridjan. Setelah kejadian tersebut, Merapi masih terus menunjukkan aktivitas vulkanisnya, ditandai dengan erupsi freatik pada 18 November 2013 dan 10 Maret 2014, serta pada Jumat, 11 Mei 2018.

Gunung Sinabung

Gunung setinggi 2.451 MDPL ini terletak di Dataran Tinggi Karo, Sumatra Utara. Sinabung adalah gunung yang telah tertidur selama 400 tahun dan kembali aktif pada 2010 dan mulai meletus pada 2013. Tercatat, sejak tanggal 2 Juni 2015, Gunung Sinabung berstatus Waspada dan masih mengeluarkan letusan hingga Februari 2018 lalu.

Gunung Soputan

Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, terakhir meletus pada, Rabu, 3 Oktober 2018, dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 4.000 meter mengarah ke barat laut.

Tercatat, Gunung Soputan pertama kali meletus pada 1785. Selain itu, Gunung berapi ini juga pernah meletus pada 1907, 1908, 1909, 1910, 1911,1912, dan 1913. Letusan dahsyat terjadi pada 1966 di Kawah Soputan. Kala itu isi lava lereng barat menutup lubang kepundan Soputan dan mengakibatkan hujan abu setebal 10 centimeter di kawasan sekitarnya.

Namun, sejarah mencatat letusan Gunung Soputan yang paling hebat terjadi pada 1982 lalu. Saat itu, debu panas disertai api mencapai ketinggian 4.000 meter sehingga menyebabkan hujan abu vulkanik dengan ketebalan 30 centimeter dan menutupi rumah warga.

Gunung Agung

Gunung Agung merupakan gunung api tertinggi di pulau Bali dengan ketinggian 3.031 mdpl. Gunung ini terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasam, Bali. Gunung Agung disebut sebagai menjadi gunung api aktif di Indonesia yang harus diwaspadai, karena beberapa kali erupsinya mengganggu masyarakat bahkan menghambat penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Gunung Guntur

Bukan hanya Gunung Merapi dan Bromo saja, tetapi ada Gunung Guntur yang merupakan gunung aktif di Indonesia yang terletak di Pulau Jawa, tepatnya di Sirnajaya, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.249 meter di atas permukaan laut dan menjadi gunung berapi tipe stratovolcano.

Gunung Api Banda

Gunung aktif di Indonesia selanjutnya adalah Gunung Api Banda yang terletak di Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Gunung ini mempunyai ketinggian 641 meter di atas permukaan laut yang terakhir Meletus pada tanggal 9 Mei 1988. Namun, pada 2017 gunung ini sempat meningkatkan stastusnya menjadi waspada dan membuat warga yang tinggal di kaki gunung menjadi panik. Gunung Api Banda ini merupakan sebuah gunung berapi sekaligus sebuah pulau terletak di Laut Banda yang dihuni sekitar seribu  orang warga.

Gunung Karangetang

Gunung Karangetang juga merupakan gunung api aktif di Indonesia yang berada dilevel siaga. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan melakukan berbagai aktivitas di dalam radius 2,5 m dari puncak kawah.

Mengetahui berbagai informasi gunung aktif di Indonesia ini akan membuat Anda paham bahwa berbagai risiko bisa datang kapan pun dan di mana pun. Meski begitu, kita tidak perlu takut mengenai hal ini. Keindahan Indonesia terbesar dari Sabang hingga Marauke, jadi ada banyak destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi di Indonesia.

Comments are closed.