9 Tempat Asik Saat Liburan ke Hobart Tasmania

Travel

Suasananya yang tenang dan alamnya yang indah membuat Hobart Tasmania jadi tempat favorit para seniman dan musisi untuk mencari inspirasi.

Hobart Tasmania adalah pulau kecil yang masih jadi bagian negara Australia. Pulau yang terletak di Apple Isle-nya Australia ini penuh keajaiban dan sangat cocok untuk Anda yang senang berpetualang. Hobart, yang bertengger di tepi Sungai Derwent adalah lokasi favorit bagi mereka yang ingin bersantai dan berbaur dengan warga sekitar yang ramah.

Terletak di antara Melbourne dan Antartika, pulau Tasmania yang terpencil ini memiliki kesan kasar dan liar, tapi punya banyak kejutan. Sebagian bear seniman, musisi, dan pelaku industri kreatif yang pernah ke sini menyebutnya sebagai rumah mereka.

Ingin membuktikan keajaiban Hobart Tasmania yang membuat Anda lupa untuk pulang? Coba sambangi 10 destinasi ini saat Anda berkunjung ke sana.

9 Tempat Populer di Hobart Tasmania

Gunung Wellington

Menjadi salah satu objek wisata paling populer di Hobart, Tasmania, adalah Gungung Wellington menyajikan pemandangan menakjubkan dengan puncaknya yang selalu bersalju. Gunung dengan tinggi 1270 meter ini sering jadi tujuan para pendaki yang ingin melihat lanskap kota Hobart. Bersiaplah untuk bersua dengan satwa liar saat mendakinya. Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi lain bisa mencoba nikmati keindahan gunung ini dengan menunggang kuda, bersepeda, mengemudi roda empat, dan panjat tebing.

Salamanca Market

Kawasan ini adalah salah satu salah satu landmark paling terkenal di tempat ini, yaitu sama seperti Gunung Cradle, Gunung Wellington, Port Arthur, Freycinet, Pulau Bruny Strahan, dan MONA. Karakternya seperti pasar malam modern yang sering mengadakan pertunjujukkan malam. Di sini Anda bisa menemuka restoran, toko, pub, galeri seni, dan toko kerajinan. Selain itu disetiap pertengahan musim dingin selalu diadakan festival musik.

Baca Juga: Karimunjawa Itu Dijamin Seru! Yuk, Liburan!

Buka setiap hari Sabtu (kecuali Hari Natal atau Hari Anzac) dari Pukul 08.00 pagi hingga 15.00 sore waktu setempat. Salamanca Market menyuguhkan 300 kios yang menjual segala macam kerajinan dan makanan khas Hobart.

Battery Point

Merupakan sebuah kompleks yang berisi bangunan-bangunan besar yang sudah berdiri dari 1830-an. Di sini Anda bisa menikmati banyak bangunan bergaya kolonial, toko, dan cafe-cafe kuno. Cara terbaik untuk menjelajahi Battery Point adalah berjalan kaki. Jika Anda tertarik pada sejarah dan arsitektur daerah tersebut, cobalah menyewa pemandu tur untuk mengadakan tur keliling kota. Battery Point adalah tempat yang tepat untuk menikmati kuliner Tasmania. Mulai dari restoran yang sangat eksklusif hingga restoran dan pub dengan harga lebih terjangkau tersedia lengkap dikawasan ini.

Museum of Old and New Art (MONA)

Didirikan pada tahun 2011, MONA memadukan seni lama,baru, hingga yang paling modern. MONA sering memajang karya seni yang cukup kontroversial, misalnya tentang ketelanjangan atau kekerasan. Dari sekian banyak karya seni yang dipamerkan dua yang paling terkenal adalah Shanabrook’s ‘On the Road to Heaven the Highway to Hell’ dan Delvoye’s ‘Cloaca machine’. Berada dipinggir laut Anda harus menggunakan kapal feri untuk mencapainya.

Port Arthur Historic Site

Terdaftar sebagai situs Warisan Dunia, situs bersejarah Port Arthur terdiri dari 30 bangunan dan merupakan fasilitas hukuman yang digunakan oleh Kerajaan Inggris untuk mengirim narapidana ke Australia. Anda dapat menjelajahi penjara, Rumah Sakit, Penjara Terpisah, dan Gereja Narapidana. Jika Anda punya waktu, pergilah ke salah satu wisata berpemandu di Isle of the Dead Cemetery atau Point Puer Boy’s Prison, keduanya terletak di pulau-pulau terpisah dari situs utama. Port Arthur juga memiliki Tur Hantu terlama di Australia.

Royal Tasmanian Botanical Gardens

Didirikan pada tahun 1818, Royal Tasmanian Botanical Gardens adalah situs seluas 14 hektar yang menjadi rumah bagi banyak tanaman Hobart yang bersejarah. Menjadi satu-satunya Rumah Tanaman Subantarctic di dunia, menjadikan Royal Tasmanian ini favorit bagi para traveler. Berjarak 25 menit dari Hobart, flora asli Tasmania dapat Anda temukan di sini.

Cascade Brewery

Cascade Brewery merupakan tempat pembuatan bir tertua di Australia. Di bangun pada tahun 1832 dan masih digunakan sampai sekarang. Bangunan dengan arsitektur kolonial ini menyajikan tur tentang proses pembuatan bir hingga sejarah kisah Cascade Brewery. Untuk mengujungi tempat ini, usia Anda harus lebih dari 16 tahun.

Bonorong Wildlife Sanctuary

Berjarak setengah jam dari pusat Hobart, Suaka Margasatwa Bonorong menawarkan kepada pengunjung kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan fauna khas Tasmania, seperti Tasmanian devil, wombats, bettongs, dan wallabies. Anda bisa memilih tur malam hari untuk merasakan pengalaman berbeda. Namun, siapkan kocek tebal karena harga tur ini sangat mahal.

Baca Juga: Nusa Penida, Liburan Bak di Surga

Truganini Track

Merupakan wisata jalan kak gratis yang memberikan Anda pemandanga flora dan tumbuhan asli Tasmania. Jalurnya dimulau dari Sandy Bay Road berlanjut ke Cartwright Creek. Sebelum mengakhiri tracking pastikan untuk singgah di Truganini Memorial, yang didedikasikan untuk populasi Aborigin di Tasmania dan keturunan mereka. Dengan panorama Storm Bay yang indah, Truganini Track adalah suguhan gratis dan indah untuk mata.

Sejarah Kelam

Dibalik wisata alam, seni dan budaya yang menawan nyatanya Hobart menyimpan sejarah kelam. Sebagai kota tertua di Negeri Kanguru pulau ini pernah merasakan masa-masa mengerikan. Dulu, Port Arthur yang kini menjadi museum penjara adalah kompleks penjara yang dibangun untuk membuang para penjahat dari Inggris.

Penghuninya adalah para tentara yang melakukan desersi, pembunuh, perampok bahkan anak-anak. Ini adalah penjara paling kejam karena tidak hanya menerapkan hukuman fisik, tapi juga psikis. Hukuman Fisiki diberikan saat awal berdirinya penjara, tapi dinilai tidak efektif memberikan efek jera. Hukuman mati seperti digantung atau ditembak dianggap hal biasa.

Oleh karena itu, pemerintah Inggris memutuskan menciptakan hukuman psikis. Para napi diharuskan mengenakan penutup wajah 23 jam sehari dan dilarang berkomunikasi satu sama lain. Jika kedapatan melanggar, akan dihukum diruang isolasi selama delapan hari penuh. Situasi di dalam penjara tidak kalah mengenaskan.

Para tahanan dengan mata tertutup, hanya diberikan satu ruangan yang sudah menyatu dengan toilet dengan dua ember bersisi air, yang satu untuk menyediakan air bersih dan satu lainnya untuk menampung kotoran. Metode ini mengakibatkan banyak tahanan mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga: Baca Juga: Kiat Liburan Hemat Backpacking ke Luar Negeri

Tapi pada 1953, Inggris tiba-tiba berhenti mengirim narapidana. Namun, hingga akhirnya 1877, penjara Port Arthur berhenti beroperasi dan diserahkan kepada pihak swasta. Sejak 1987 fungsinya pun berubah menjadi museum.

Komite Warisan Dunia UNESCO memasukkan Port Arthur ke dalam daftar benda warisan dunia dan jadi bagian dari situs sejarah penjara-penjara di Australia. Port Arthur menjadi daya tarik terbesar wisatawan yang berkunjung ke Tasmania.

Comments are closed.