IATA: Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional. Ini Fungsinya!

Lifestyle & LeisureTravel

Sebagai asosiasi pengangkuta udara internasional, IATA memiliki peranan yang cukup besar untuk dunia penarbangan. Apa saja fungsi dari organisasi ini?

International Air Transport Association (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) yang disingkat IATA adalah sebuah organisasi perdagangan internasional yang terdiri dari maskapai-maskapai penerbangan. Organisasi ini bermarkas di Montreal, Kanada. Maskapai-maskapai penerbangan anggotanya diberikan kelonggaran khusus sehingga dapat mengkonsultasikan harga antara sesama anggota melalui organisasi ini. IATA juga bertugas menjalankan peraturan dalam pengiriman barang-barang berbahaya dan menerbitkan panduan Peraturan Barang-barang Berbahaya IATA (IATA Dangerous Goods Regulations).

Baca juga: Ingin Merasakan Sensasi Traveling Menggunakan Pesawat A380 Ini Pilihan Maskapainya

Dilansir dari Wikipedia, didirikan pada April 1945 di Havana, Kuba, organisasi ini adalah penerus Asosiasi Lalu Lintas Udara Internasional (International Air Traffic Association) yang didirikan di Den Haag pada tahun 1919, tahun saat penerbangan berjadwal internasional yang pertama di dunia dilaksanakan. Tujuan utamanya adalah untuk membantu maskapai-maskapai penerbangan untuk bersaing secara sah dan mencapai keseragaman dalam penetapan harga.

Saat didirikan, organisasi beranggotakan 57 anggota dari 31 negara, sebagian besar di Eropa dan Amerika Utara. IATA kini mempunyai lebih dari 270 anggota dari lebih dari 140 negara di dunia.

Fungsi IATA

Fungsi IATA dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu fungsi untuk perusahaan penerbangan (airlines), fungsi untuk pemerintah dan negara, dan fungsi untuk masyarakat. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Fungsi untuk Perusahaan Penerbangan (Airlines)

mengenal IATA

Organisasi ini menyediakan acara untuk memecahkan berbagai masalah airlines yang dihadapi oleh setiap perusahaan penerbangan. Adalah suatu kenyataan bahwa dengan segala perbedaan, seperti bahasa, adat istiadat, mata uang, peraturan masing masing negara, termasuk peraturan penerbangannya. Organisasi ini akan membantu menyusun rute rute perjalanan dan mengatur jadwal penerbangan.

Organisasi ini mengumpulkan pengalaman dan informasi dari perusahaan penerbangan yang sudah lebih maju dan membagikan pengalaman dan informasi itu kepada perusahaan penerbangan lain yang masih baru.

Fungsi untuk Pemerintah dan Negara.

Fungsi IATA bagi pemerintah dan negara, yaitu menyiapkan cara untuk menyesuaikan harga dan tariff internasional, memberikan pengalaman praktis dari beberapa perusahaan penerbangan, membantu menciptakan harga yang ekonomis untuk nagkutan pos, memberikan keyakinan bahwa perdagangan, keselamatan serta kenyamanan merupakan suatu pelayanan jasa yang sangat diutamakan.

Fungsi untuk Konsumen

Fungsi IATA untuk masyarakat, yaitu memberikan kepastian akan adanya suatu standar operasional yang tinggi di manapun, memberikan kepastian adanya praktek praktek bisnis yang wajar dari perusahaan penerbangan dan agennya, memastikan bahwa harga harga penerbangan yang ditetapkan merupakan tarif yang terjangkau oleh masyarakat.

Dengan adanya kantor perusahaan penerbangan dan agen penjualannya, seorang penumpang dengan mudah dapat memesan tiket untuk perjalannya ke beberapa kota maupun negara, termasuk memesan akomodasi yang dikehendakinya. Untuk itu, seorang penumpang cukup melakukan pemesanan melalui satu perusahaan saja yaitu suatu BPW yang telah menjadi agen asosiasi.

Sebagai suatu asosiasi, merekamerupakan pelopor, bersifat terbuka, non politik dan demokratis. Keanggotannya terbuka bagi setiap perusahaan yang telah mendapat izin dari pemerintahnya yang telah menjadi anggota ICAO.

Di dalam keanggotaan Organisasi ini ada dua kategori; active member yang merupakan perusahaan penerbangan yang menerbangi rute rute internasional, dan kedua adalah Associate member yang merupakan perusahaan penerbangan anggota organisasi yang menerbangi rute dalam negeri.

Active member organisasi inidibagi ke dalam dua ketegori, yaitu Trade Association yang aktivitas keanggotannya mencakup semua aspek non komersial penerbangan komersial sipil dan Tariff Coordination yang aktivitas keanggotannya mencakup negosiasi harga dan tarif internasional.

Baca juga: Terbang dengan Layanan Kelas Dunia Qatar Airways

Organisasi ini mengadakan rapat umum Pertemuan Tahunan (annual general meeting) yang dihadiri oleh seluruh anggotanya. Semua active member memiliki satu hak suara. Kebijakan yang akan berlaku sepanjang tahun di atur oleh anggota Komite Pelaksana/Executive Committee yang terpilih dan pelaksanaanya dilakukan oleh komite-komite yang lain, seperti komite keuangan, komite hukum, dan komite teknik dan traffic. Pengkoordinasian persetujuan harga/tariff dipercayakan kepada Tariff Coordination Conference dari organisasi itu melalui suatu rapat tersendiri yang membahas tentang pengangkutan penumpang dan muatan.

Untuk di Indonesia, kode yang dimaksud adalah nama resmi bandara (location identifier) yang terdiri dari tiga huruf dan digunakan untuk nenandai badara di seluruh dunia. Kode-kode ini disusun dan diatur oleh (Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) serta diterbitkan 3 kali dalam setahun dalam direktori pengkodean maskapai penerbangan yang dinaungi organisasi ini.

Tidak semua dari kode-kode bandar udara (bandara) organisasi ini masing-masing digunakan hanya untuk satu bandar udara. 323 dari 17.576 kode yang dapat diperolehi digunakan oleh lebih dari satu bandara. Salah satu contoh penggunaan kode ini adalah pada label-label bagasi yang ditempelkan saat check-in. Dibawah Ini adalah Daftar Nama-Nama Bandara Yang Ada di Indonesia Beserta Kode Asosiasi Pengangkutan Udara International.

Kode Bandara yang Ada di Pulau Sumatera

mengenal IATA

BTH – Bandar Udara Hang Nadim, Batam

BTJ – Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh

KNO – Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang

MES – Bandar Udara Internasional Polonia, Medan

PDG – Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman

PKU – Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru

PLM – Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang

TKG – Bandar Udara Internasional Radin Inten II, Bandar Lampung

TNJ – Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang

Kode Bandara yang Ada di Pulau Jawa

BDO – Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung

HLP – Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta

CGK – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang

JOG – Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Sleman

SOC – Bandar Udara Internasional Adisumarmo, Boyolali

SRG – Bandar Udara Internasional Achmad Yani, Semarang

SUB – Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo

Kode Bandara yang Ada di Pulau Bali & Nusa Tenggara

DPS – Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar

LOP – Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah

KOE – Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang

LBJ – Bandar Udara Komodo, Manggarai Barat

Kode Bandara yang Ada di Pulau Kalimantan

PNK – Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak

TRK – Bandar Udara Internasional Juwata, Tarakan

BPN – Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan

BDJ – Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarbaru

Kode Bandara yang Ada di Pulau Sulawesi

mengenal IATA

MDC – Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado

UPG – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros

BUW – Bandar Udara Internasional Sultan Murhum Kaimuddin, Baubau

Kode Bandara yang Ada di Pulau Papua

TIM – Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin, Mimika

DJJ – Bandar Udara Internasional Sentani, Jayapura

BIK – Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo, Biak Numfor

AMQ – Bandar Udara Internasional Pattimura, Ambon

MKQ – Bandar Udara Internasional Mopah, Merauke

Baca juga: Cara Check-in Mudah Qantas Airways

Comments are closed.