Fakta yang Belum Banyak Diketahui Tentang Jalur Sutra

Travel

Jalur Sutra dikenal sebagai jalur utama perdagangan di Asia pada masanya. Di balik fakta tersebut, masih banyak fakta lain yang belum banyak diketahui.

Jika Anda masih ingat di mata pelajaran Sejarah saat duduk di bangku sekolah dahulu, mungkin Anda pernah mendengar atau membaca sejarah seputar Jalur Sutra. Jalur ini merupakan sebuah jalur perdagangan melalui Asia yang menghubungkan antara Timur dan Barat dengan dihubungkan oleh pedagang, pengelana, biarawan, prajurit, nomaden dengan menggunakan karavan dan kapal laut, dan menghubungkan Chang’an, Republik Rakyat Tiongkok, dengan Antiokhia, Suriah, dan juga tempat lainnya pada waktu yang bervariasi.

Jalur ini merupakan jalur yang sangat bersejarah karena di sanalah jalur perdagangan di Asia berlangsung pada masanya. Meski kini tidak lagi digunakan sebagai jalur perdagangan, nyatanya banyak sekali fakta menarik yang terungkap dari jalur satu ini. Apa saja? Ini dia!

Baca juga: Mengenal Mansa Musa Orang Terkaya Sepanjang Sejarah

Fakta Menarik Jalur Sutra yang Belum Banyak Diketahui

Penemuan Kehidupan Masyarakat Prehistorik

Tahun 2010, sebuah penelitian disepanjang sungai Heihe menemukan sebuah bukti adanya kehidupan jauh sebelum sekarang. Para peneliti memperkirakan kehidupan masyarakat tersebut berada pada 4.100 hingga 3.600 tahun yang lalu.

Para peneliti menemukan bukti-bukti barang perunggu dan peralatan yang sudah disepuh. Beberapa peneliti juga menghubungkan dengan kehidupan di sepanjang Sungai Heihe yang sudah ada sejak zaman dinasti Han (202 SM hingga tahun 220).

Bahasa Yiddish, Bahasa Asli di Jalur Sutra

Bangsa Yahudi Ashkenazi adalah pemilik bahasa Yiddish. Telah lama, bahasa ini sudah digunakan sekitar 1.000 tahun lamanya oleh bangsa tersebut. Kemungkinan bahasa ini menjadi salah satu bahasa yang mempengaruhi bahasa dan dialek orang-orang di Jerman.

Bahasa Yiddish sendiri diketahui mengandung beberapa sumber bahasa seperti Slavic, Hebrew, Farsi, Turkish, dan ditulis dalam penulisan Aramaic. Penemuan penggunaan bahasa Yiddish ini diungkapkan oleh Universitas Sheffield di Inggris. Mereka memengatakan bahwa Yiddish menjadi bahasa sehari-hari di Jalur Sutra bersama dengan bahasa Persia.

Memiliki Julukan “Jalur Wabah Penyakit”

Banyak orang menyebut jalur ini sebagai “silk road” atau jalur sutra, namun beberapa peneliti sempat mengungkapkan jalur ini juga dikenal sebagai “sick road” alias jalur yang penuh dengan wabah penyakit. Hal ini tidak lepas dari ditemukannya bukti adanya wabah tikus yang mengerikan di sepanjang jalur tersebut apalagi setelah heboh wabah black death pada zaman dahulu.

Para peneliti meyakini virus black death yang menyebar melalui tikus tertular pada unta-unta di padang pasir di sana. Selain itu suhu udara yang lembap membuat wabah ini cepat menyebar.

Kejadian ini membuat perubahan arah perdagangan yang awalnya melalui darat menjadi perdagangan melalui jalur laut.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Sejarah Terkenal di Dunia

Penemuan Peti Mati Kayu

Tahun 2005, seorang biksu menemukan sebuah makam tua di Tibet yang diperkirakan berumur 1.800 tahun. Di makam tersebut ditemukan sebuah peti kayu kuno yang diperkirakan merupakan sebuah peti mati dari Jalur Sutra yang melewati Tibet.

Di peti kayu tersebut ditemukan sutra China, keramik, beberapa vas bunga yang terbuat dari perak dan sebuah topeng emas. Bukti yang makin menguatkan jika kotak tersebut merupakan salah satu benda peninggalan Jalur Sutra adalah adanya teh yang sama dengan teh yang ada di Yunnan, China.

Penemuan Sebuah Surat Sogdian

Seorang arkeolog Inggris bernama Aurel Stein menemukan lima surat misterius di puing-puing tower pengamatan yang menjaga Jalur Sutra di daerah Dunhuang. Surat ini berisi tentang sebuah substansi dasar budaya Sogdian yang eksis pada 6 SM hingga tahun 10.

Sogdian sendiri merupakan suku asli dari negara Iran, yang saat itu menguasai beberapa pos perdagangan strategis di Jalur Sutra area Asia Tengah.

Penemuan Ganja yang Dikubur Bersama dengan Kain Kafan

Tahun 2016, para arkeolog menemukan sebuah makam kuno di sekitar oasis Turpan di Jalur Sutra. Dalam makam tersebut ditemukan sebuah benda yang cukup mengejutkan yaitu beberapa daun ganja yang dikubur bersama dengan kain kafan.

Hal ini menunjukkan jika dahulu kala di Jalur Sutra pernah menjadi ladang ganja yang cukup besar. Para peneliti memperkirakan ada 13 pohon ganja di sekitar makam tersebut. Merambahnya ganja di Jalur Sutra ini kuat dugaan merupakan akibat dari budaya yang dibawa oleh suku kuno Subeixi yang pernah menguasa Jalur Sutra 300 tahun yang lalu.

Pasukan Terakota

Seorang petani di daerah sekitar Jalur Sutra secara tidak sengaja menemukan sebuah patung manusia berumur 8.000 tahun yang sangat banyak. Situs ini pun akhirnya disebut sebagai pasukan Terakota yang tersimpan dalam makam Qin Shi Huang. Beberapa teori yang diungkapkan para ahli mengatakan jika pasukan Terakota ini terinspirasi dari pasukan Yunani kuno.

Hal ini menunjukkan adanya orang dari bagian utara yang berhasil mencapai Jalur Sutra di China. Teori ini juga diperkuat dengan Kaisar Romawi pertama yang menggunakan kain sutra dari China.

Baca juga: Menyusuri Sungai Mekong, Sungai Panjang yang Sangat Bersejarah

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Goa Kizil yang Berada di Tebing

Berada di sepanjang Jalur Sutra, Goa Kizil merupakan kompleks goa Buddha. Goa ini berada di daerah bernama Xinjiang, salah satu kota tertua yang mendapatkan pengaruh dari agama Budha. Komplek goa ini dibuat oleh Kerajaan Tocharian Kucha pada awal 3 Masehi hingga 8 Masehi.

Tebing ini memiliki 236 goa yang memiliki kedalaman hingga mencapai 2 kilometer. Di dalamnya terdapat ruangan-ruangan ibadah kecil yang sebagian terdapat beberapa lukisan mural zaman dahulu. Beberapa gambar mural yang berada di dalam goa ini sudah dihapus akibat adanya kebangkitan Islam di sepanjang Jalur Sutra.

Pemakaman Rahasia di Kota Oasis Kucha

Kucha sempat menjadi pusat budaya di Jalur Sutra. Pada 2007, para arkeolog akhirnya menemukan penemuan unik, yaitu simbol-simbol mistik yang terukir di pemakaman di sekitar Kucha. Dalam makam tersebut terdapat beberapa ukiran yang menggunakan bentuk hewan penjaga suci seperti Naga Azure di Timur, Macan Putih di Barat, Kura-kura Hitam di Utara, dan Burung Merak sebagai penjaga Selatan.

Jalur Sutra Bagian Selatan

Pada 2009, sebuah aktivitas lempeng bumi memunculkan bukti kemunculan makam yang berada di Mustang, Nepal, yang membawa kisah tentang Jalur Sutra. Bukti tersebut diperkirakan peninggalan zaman 400 Masehi hingga 650 Masehi yang berupa 10 peti mati yang berisi sebuah mayat orang dewasa yang menggunakan sebuah topeng kematian khusus.

Uniknya, topeng tersebut merupakan hasil dari tempelan serat sutra dan munjeet yang dilapisi dengan tinta merah tanah liat dari China dan India. Para peneliti juga meyakini sutra tersebut merupakan sutra yang sama dengan yang ada dari kota Samdzong di China. Hal ini mengungkapkan bukti bagaimana luasnya jaringan Jalur Sutra yang membentang sepanjang India dan China ini.

Jadi, tak hanya dikenal sebagai jalur perdagangan di Asia, nyatanya Jalur Sutra juga memiliki fakta menarik seperti yang disebutkan di atas. Adakah yang Anda ketahui sebelumnya?

 

Comments are closed.