Melihat Masa Keemasan dan Kehancuran Jet Airways

Travel

Jet Airways dahulunya merupakan maskapai paling diperhitungkan di India. Sayangnya, utang yang sangat besar memaksa maskapai ini untuk tidak lagi beroperasi.

Bagi Anda yang up to date dengan berita, mungkin Anda pernah mendengar kabar tentang Jet Airways. Ya, maskapai asal India ini terlilit utang sebesar Rp14 triliun dan terpaksa berhenti beroperasi. Buruknya lagi, maskapai ini ditinggal oleh CEO sekaligus pemilik maskapai.

Hal tersebut tentu membuat kondisi menjadi semakin buruk. Alhasil, Jet Airways di ambang kebangkrutan dan terpaksa tutup untuk selamanya. Padahal, di era kelahirannya, maskapai satu ini merupakan maskapai paling besar di India dan masuk dalam daftar maskapai besar dunia.

Nah, mungkin sebagian dari Anda belum tahu secara mendalam seputar maskapai satu ini. Jadi, kami sajikan informasi dari awal kelahiran hingga runtuhnya masa keemasan maskapai ini. Mari kita simak bersama!

Awal Kemunculan dan Era Keemasan Jet Air

Diamendemenkannya UU korporasi udara tahun 1953 oleh pemerintah pada 1991, membuat banyak pengusaha dari keluarga terpandang di India mengambil kesempatan untuk terjun ke dalam usaha penerbangan. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Naresh Goyal yang merupakan salah satu pengusaha terkenal. Ia pun memutuskan untuk mendirikan maskapai yang bernama Jet Airways.

Pada awal operasionalnya, maskapai ini sangat berhati-hati dalam memilih pesawat yang nantinya akan digunakan untuk menerbangi rute di seputar India. Dengan perhitungan yang cermat seperti jumlah bahan bakar, biaya operasional rute, dan keuntungan rute sangat dibutuhkan agar keuangan maskapai tetap stabil. Hal itu diwujudkan dengan disewanya Boeing 737-300 sebanyak empat armada dari Ansett Australia yang memiliki penggunaan bahan bakar terefisien saat itu dan resmi beroperasi pada 5 Mei 1993.

Beberapa bulan kemudian, beberapa maskapai swasta seperti ModiLuft, NEPC, dan East-West Airlines yang berdiri atas izin dari pemerintah mulai mengiklankan layanan murah mereka. Tetapi sayangnya hanya sedikit khalayak masyarakat yang tahu dan ingin terbang dengan maskapai baru tersebut dan diikuti dengan bangkrutnya maskapai Swasta yang ada. Tetapi, Jet Airways terus bertahan dan menikmati pasar India yang dibuka oleh pemerintah dengan menambah dua armada Boeing 737-400 yang disewa dari Malaysian Airlines pada bulan April 1994. Sekaligus menjadikan mereka sebagai operator pertama di India. Hilangnya banyak pesaing membuat Jet menetapkan pangkalannya di Chhatrapati Shivaji/Mumbai untuk berkembang menjadi maskapai yang nantinya akan menjadi suatu hal yang membanggakan bagi India.

Pada bulan Desember 1996, Jet Airways menjadi maskapai swasta pertama di India yang membukukkan pembelian baru. Tak tanggung-tanggung mereka langsung memboyong Boeing sebanyak 10 armada yang terdiri dari Boeing 737-400 & Boeing 737-800 Next Generation. Hal ini berkat satu faktor yang menentukan kesuksesan maskapai, yaitu tingkat layanannya yang membuat maskapai Jet memiliki nilai tambah terhadap pelanggannya. Usaha mereka itu dibuktikan dengan diadakannya pilihan makanan di kabin, program penerbangan rutin, dan In-Flight Shopping melalui JetMall.

Sebagai tambahan, maskapai ini juga merawat armada mereka dengan maksud tetap berada pada level tertinggi. Apalagi kalau bukan menyediakan penerbangan tepat waktu dan layanan kru yang ramah dan sopan. Hal inilah yang membuat publik India merasa terdengar atas saran setelah hampir 40 tahun tanpa perubahan. Semuanya membuahkan hasil, hingga membuat pamor Jet Airways makin dikenal di kancah Asia Selatan sebagai maskapai berkualitas.

Pada bulan Oktober 1998, Goyal dan Boeing berhasil mencapai kata “sepakat” untuk pengadaan pesawat Next Generation sebanyak 10 armada dengan pembayaran melalui Bank Eksim Amerika Serikat berserta jaminan. Sementara itu, di balik Jet Airways yang selalu meraih banyak kemajuan, justru maskapai penerbangan lain terus berjuang untuk mengisi kursi yang koson. Hingga akhir millenium, maskapai ini menutup buku dekade 1990-an dengan keuntungan yang terus meningkat dan diikuti dengan jumlah penumpang dan mempersiapkan rencana matang untuk menghadapi millenium yang baru.

Keruntuhan Jet Airways

Penyelengggaraan Pemilu Legislatif 2005 membuat suatu regulasi yang memberikan hak kepada maskapai swasta yang telah beroperasi selama lebih dari lima tahun untuk terbang keluar dari India. Menanggapi hal itu, Jet Airways langsung meluncurkan penerbangan menuju London menggunakan Airbus A340-300. Lalu pada 2007, maskapai melakukan re-branding dengan tambahan desain warna kuning pada depan fuselage pesawat bermotif pita dan tampilan resmi diperkenalkan pada armada terbaru Boeing 777-300ER.

Saat itu juga, maskapai ini juga mengalami kebangkitan jaringan rute di area Teluk Arab dan Asia Tenggara. Penetapan pangkalan pertama maskapai di Eropa, tepatnya di Brussel sebagai titik transit rute trans-atlantik. Sementara itu di pasar domestik, maskapai ini menghadapi permasalahan yang berbeda untuk dihadapi. Seperti munculnya pesaing baru seperti Air Deccan yang yang mencoba konsep tanpa embel-embel. Maskapai ini mengakuisi Air Sahara sebanyak USD340 Juta dan dibentuk ulang sedemikian rupa hingga menjadi maskapai low-cost carrier yang bernama JetLite. Terbukti bagi Jet Airways yang terus berkembang dan membuat mereka menjadi terbaik, jauh melebihi kedua maskapai nasional.

Pada 2008, krisis finansial yang terjadi pada awal tahun tersebut juga melanda India dan secara otomatis membuat kelumpuhan ekonomi secara masif, tidak luput dengan Jet Airways. Dampak besar-besaran seperti pemotongan rute, pengurangan frekuensi penerbangan, dan penghapusan armada pesawat yang besar. Alhasil, Jet dilaporkan merugi sebanyak USD120 Juta dan barulah 4empat tahun kemudian maskapai ini mendapatkan laba bersih sebesar USD45 Juta di K1 dan keuntungan ini mengubah nasib maskapai ini.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Jelas seusai menghadapi krisis tersebut, maskapai ini berusaha melakukan penyederhaan operasional baik dari rute, armada, dan kru. Maskapai ini telah belajar dalam menghadapi berbagai krisis yang datang dan membuat sifat Jet terus berkembang untuk menjadi lebih bijaksana dalam beroperasi.

Sangat disayangkan Jet Airways harus mengalami nasib seperti itu. Apakah Anda pernah terbang menggunakan maskapai satu ini?

Comments are closed.