Kasus Deportasi Aneh yang Pernah Terjadi, Bikin Geleng-geleng Kepala

Travel

Kasus deportasi sering dialami oleh turis yang memiliki masalah yang serius, seperti pemalsuan identitas. Tapi, ternyata ada juga kasus deportasi aneh yang terjadi dan mungkin membuat Anda gelelng-geleng kepala.

Dunia traveling memang selalu punya cerita yang menarik dan juga unik. Tak hanya cerita soal indahnya objek wisata dan nikmatnya kuliner di suatu daerah atau negara, dunia traveling juga punya kisah yang tak mengenakkan, salah satunya adalah deportasi.

Deportasi adalah tindakan pemulangan turis asing ke negara asalnya yang dilakukan oleh pemerintah atau suatu badan akibat turis tersebut melanggar suatu aturan yang sudah ditetapkan. Tindakan ini lazimnya dilatarbelakangi oleh masalah visa yang dimiliki sang turis.

Namun, nyatanya tak sedikit kasus deportasi dengan sebab yang aneh. Bahkan, kasus tersebut justru membuat kita geleng-geleng kepala dan tertawa.

Beberapa kasus deportasi aneh yang pernah terjadi

Terlalu Tampan

Kasus dideportasinya seorang turis asal Uni Emirat Arab dari Arab Saudi sempat booming beberapa tahun lalu, mungkin Anda salah satu orang yang tahu kasus ini. Turis bernama Omar Borkan Al Gala dipaksa angkat kaki dari Arab Saudi dengan alasan yang sangat aneh, yakni terlalu tampan.

Padahal, Omar berwisata ke negara tersebut untuk menghadiri sebuah festival kebudayaan yang menjadi salah satu kegemarannya. Namun, sesaat setelah ia sampai di lokasi festival tersebut berlangsung, Omar dihampiri dan ditangkap oleh polisi setempat.

Sesampainya di kantor polisi, mereka menyampaikan bahwa Omar terpaksa harus dideportasi karena wajahnya terlalu tampan. Ketampanannya tersebut dikhawatirkan dapat menggoda para wanita yang hadir di festival. Sungguh tak masuk akal, kan? Tapi nyatanya, deportasi aneh ini benar-benar terjadi di tahun 2013.

Salah Bawa Paspor Suami

Sebelum berkunjung ke suatu negara, sebaiknya pastikan dulu paspor dan visa yang Anda bawa sudah benar dan sesuai. Jangan sampai Anda mengalami hal yang dirasakan oleh turis asal Skotlandia saat berwisata ke Turki. Wanita bernama Marion Lamond ini ditangkap oleh pihak imigrasi di Turki dan di waktu yang sama langsung dideportasi ke negara asalnya akibat salah membawa paspor.

Baca juga: Paspor Online Memudahkan Masyarakat Memiliki Paspor

Bukannya membawa paspor miliknya, Marion justru membawa paspor milik suaminya. Tentu hal ini tidak dapat ditolerir oleh pihak imigrasi. Terlebih, paspor yang ia bawa tersebut sudah kedaluwarsa. Tak heran jika kasus deportasi ini masuk dalam daftar deportasi aneh yang pernah terjadi.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Menyelundupkan Tiga Buah Sosis

Tindakan penyelundupan memang jelas melanggar hukum. Selain dapat diganjar dengan hukuman penjara serta denda, penyelundupan dapat mengakibatkan orang dideportasi dari negara yang sedang dikunjungi. Namun, apa jadinya jika yang diselundupkan bukanlah barang berbahaya dan terlarang seperti narkoba, melainkan sosis?

Hal ini terjadi di awal 2018. Seorang turis asal Belgia ingin berkunjung ke Selandia Baru untuk menghabiskan masa liburannya. Namun, bukannya mendapatkan kesenangan, turis yang tak mau disebutkan namanya ini justru ditahan pihak imigrasi setempat dan diinterogasi akibat menyelundupkan tiga buah sosis di dalam tasnya.

Turis tersebut akhirnya menjelaskan bahwa ia sengaja menyimpan sosis dalam tasnya karena takut ditahan. Pihak imigrasi Selandia Baru pun akhirnya menahan tiga sosis tersebut untuk menghindari penyakit yang mungkin dapat disebarkan melalui sosis yang ia bawa. Selain menahan tiga sosis, sang turis akhirnya dideportasi ke negara asalnya.

 

Ketiga kasus di atas menunjukkan bahwa deportasi yang terjadi di dunia traveling tak selalu disebabkan oleh hal yang serius. Mana dari ketiga kasus deportasi aneh di atas yang paling membuat Anda terheran-heran?

Comments are closed.