Keliling Eropa: Hindari 7 Kesalahan Ini!

Travel

Wujudkan liburan keliling Eropa yang aman dan menyenangkan dengan menghindari 7 kesalahan di bawah ini.

Eropa, daratan yang punya julukan benua biru itu sejak dulu memang sudah menjadi destinasi favorit. Apalagi kalau bukan kecantikan alam dan tata kotanya yang kerap jadi acuan. Namun, menjelajah Eropa bukanlah persoalan mudah. Harga tiket pesawatnya saja sudah berjuta-juta belum lagi biaya hidup yang pasti lebih tinggi dari Indonesia. Harus menabung berapa lama agar bisa keliling Eropa?

Jawabannya adalah relatif, semua bergantung pada strategi yang Anda gunakan untuk sampai disana. Bisa dengan cara eksklusif menaiki private jet ala Maia Estianty atau backpackeran saja dengan menaiki pesawat kelas ekonomi.

Meski sudah merencanakan semua dengan matang, kadangkala mereka yang memilih opti “murah” sering kebobolan. Apa saja sih yang membuat pengeluaran mereka bengkak? Berikut ini kesalahan keliling Eropa yang harus dihindari.

7 Kesalahan saat Keliling Eropa yang Bikin Kantong Bolong

Tidak Menggunakan Visa Schengen

Meski Anda hanya berniat mengunjungi dua atau tiga negara di Eropa tetap saja harus mengunakan visa Schengen. Ada 25 negara yang bisa Anda datangi dengan visa ini, yaitu 23 negara Uni Eropa dan 3 negara non-Uni Eropa.  Visa ini adalah hasil perjanjian antar negara Uni-Eropa pada 1985 di Schengen. Isinya adalah penghapusan pengawasan area perbatasan negara-negara Uni Eropa.

Negara-negara Eropa yang masuk ke dalam negara Schengen, seperti Jerman, Belanda, Yunani, Hungaria, Italia, Islandia, Perancis, Republik Ceko, Austria, Estonia, Finlandia, Luxemburg, Norwegia, Slovakia, Slovenia, Latvia, Spanyol, Lithuania, Polandia, Swiss, Denmark, Swedia, Malta, Belgia, dan Portugal. Ini artinya dengan satu visa Anda bisa keliling Eropa tanpa harus dipersulit dengan persoalan birokrasi yang memakan waktu dan biaya. Jaidi, hal yang perlu diingat adalah jangan lupa untuk membuat visa Schengen ya!

Tidak Memesan Hostel dari Jauh Hari

Eropa adalah daratan yang sering dikunjungi turis, tidak heran jika banyak penginapan yang selalu terisi penuh terutama hotel-hotel dengan low budget. Setidaknya lakukan pemesanan hotel maksimal dua pekan sebelum keberangkatan. Harga rata-rata hotel bintang lima di Eropa bisa mencapai Rp1 juta perhari, sementara hostel diangkap Rp400-500 ribu.

Hostel memang selalu jadi pilihan terakhir buat mereka yang tak mau ribet. Tapi, coba pikirkan berapa dana yang bisa dihemat ketika Anda memilih hostel? Lagipula hostel tidak selalu menyeramkan karena dihuni banyak orang dalam satu kamar. Selain itu, Anda pun bisa menemukan teman baru karena orang-orang yang menginap di sana terdiri dari berbagai belahan dunia.

Tidak Melakukan Perhitungan Ketika Beli Pass

Jika Anda tidak ingin terus menerus membeli tiket bus, pesawat, maupun kereta api saat berada di Eropa, maka mengantongi pass sejak berada di Indonesia adalah wajib hukumnya. Ada berbagai jenis pass yang bisa Anda pilih, dua diantaranya yang paling populer adalah Eurolines Pass (untuk bis) dan Eurail Pass (untuk kereta).

Biasanya mereka yang akan keliling Eropa sudah membeli pass sejak di Indonesia dan rata-rata memilih Eurail Pass. Kebutuhannya tentu untuk berpindah dari satu negara ke negara lain. Namun, terkadang pemilihan ini dilakukan tanpa melihat itenerary sendiri, yakni mengacu pada destinasi yang akan dikunjungi.

Agar bisa berpindah ke negara lain dengan cepat memang lebih praktis menggunakan kereta, tapi apakah dari awal memang Anda ingin keliling ke banyak negara Eropa? Atau hanya dua sampai tiga negara saja? Coba lakukan perhitungan mana yang lebih hemat. Jangan sampai pass Anda over budget padahal tidak dipergunakan semestinya.

Selalu Makan di Restoran

Di Eropa budget untuk sekali makan saja bisa menyedot ratusan ribu rupiah. Namun, hal ini bisa diakali jika Anda memilih hostel ketimbang hotel ketika keliling Eropa. Biasanya hostel menyediakan alat-alat masak. Jadi, Anda hanya perlu membeli bahan-bahan makanannya saja dan memasak makanan sendiri. Jika Dirata-rata untuk sekali masak Anda harus mengeluarkan 10 Euro untuk seharian. Beda soal ketika makan di restoran bisa jadi dalam sekali makan menghabiskan 20-30 Euro.

Hindari juga terlalu banyak jajan diluar seperti membeli roti atau cake. Kelihatannya harga yang mereka tawarkan sangat kecil, tapi jika terlalu sering bisa menjadi pemborosan karena pada dasarnya yang dijual adalah cake biasa. Jadi daripada lapar mata lebih baik simpan uang Anda untuk keperluan yang lebih mendesak.

Tidak Membuat Itenerary

Ini adalah kesalahan paling fatal yang bisa membuat keuangan berantakan. Itenerary adalah kiblat Anda selama berada di Eropa. Ingat ya, tanpa itenerary dipastikan Anda tak akan bisa memilih hostel juga memesan pass. Hal ini dikarenakan semua dibuat serba dadakan bahkan memesan pesawat saja mungkin terburu-buru sehingga mendapatkan harga paling mahal.

Itenerary ini penting untuk Anda memastikan mana pos pos yang bisa dihemat dan mana yang boleh boros. Itenerary juga memudahkan kita melakukan audit kecil-kecilan ketika merasa telah kebobolan. Anda bisa saja melakukan perjalanan ke Eropa tanpa itenerary jika punya dana segudang.

Pergi di Peak Season

Musim panas dan liburan adalah dua waktu favorit para pelancong. Jangan heran jika Anda sulit menemukan penginapan murah. Bukan itu saja, bahkan beberapa hotel bintang tiga saja di musim liburan bisa membanderol dengan harga dua kali lipat. Memang menyenangkan menghabiskan waktu bersama keluarga di musim liburan, tapi jika ingin berhemat sebaiknya berkunjunglah ke negara Eropa di interval Desember hingga Mei.

Malas Jalan Kaki

Saat memutuskan keliling di benua biru, Anda seharusnya sudah tahu bahwa budaya orang sana, yaitu hobi berjalan kaki. Bukan sekedar hobi karena ternyata harga transportasi disana cukup mahal terlebih taksi. Bahkan ketika Anda baru menginjakkan kaki di bandara sebaiknya gunakan bus atau kereta api karena tarif taksi sangat tinggi. Sering orang kecolongan karena sudah lelah akhirnya sering menggunakan taksi dan terpaksa berpuasa keesokan harinya lantaran dompet yang sudah makin tipis

Oleh karena itu, jika dirasa untuk mengunjungi antar destinasi bisa ditempuh dengan berjalan kaki sebaiknya ambil pilihan itu. Jangan malu berjalan kaki karena jutaan turis akan mengambil jalan yang sama ketika liburan di Eropa. Lagipula dengan begitu Anda lebih bisa menikmati suasana jalanan di kota-kota bersejarah di Eropa.

Itulah 7 kesalahan yang kerap membuat budget keliling benua Eropa membengkak. Sebelum memutuskan berangkat siapkan itenerary dan persiapkan dari jauh-jauh hari bahkan kalau perlu satu tahun sebelum keberangkatan.

Comments are closed.