Apa Tugas Kementerian Pariwisata untuk Indonesia?

Travel

Indonesia menyimpan banyak sekali potensi wisata yang luar biasa. Bagaimana Kementerian Pariwisata mengelolanya demi kemajuan kepariwisataan di Indonesia?

Bagi Anda yang suka traveling, menemukan tempat wisata menarik di Indonesia pasti sangat mudah. Hal ini tak lepas dari peran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dalam upayanya mengembangkan setiap sektor pariwisata agar tumbuh pesat.

Indonesia memang menyimpan banyak sekali potensi wisata yang luar biasa. Bukan hanya dengan kekayaan dan keindahan alamnya, tapi juga keberagaman budaya yang ada. Oleh karena itulah, potensi tersebut harus dikelola sebaik mungkin agar pariwisata di Indonesia bisa terus tumbuh dan terlihat di mata dunia.

Baca juga: Wow Keren! Yuk, ke 7 Daftar Tempat Wisata ‘Gratis’ Ini!

Tentang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Biasa disingkat dengan Kemenparekraf RI, lembaga pemerintah yang satu ini merupakan kementerian dalam pemerintah Indonesia yang membidangi urusan kepariwisataan. Kementerian ini dipimpin oleh seorang Menteri Pariwisata serta berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.

tugas kementerian pariwisata

Jika sebelumnya pariwisata selalu digandeng dengan sektor lain seperti kebudayaan dan ekonomi kreatif. Di bawah kepemimpinan era Presiden Jokowi, sektor pariwisata dikelola dalam lembaga yang berfokus pada bidang kepariwisataan. Ini menunjukkan bahwa pariwisata menjadi sektor penting bagi Indonesia.

  1. Menteri Pariwisata

Pada Kabinet Kerja Presiden Jokowi, Menteri Pariwisata dijabat oleh DR. Ir. Arief Yahya, M.Sc. Ia resmi menjabat sejak 27 Oktober 2014 dan sebelumnya merupakan CEO PT Telekomunikasi Indonesia.

  1. Alamat

Gedung Sapta Pesona, Jl. Medan Merdeka Barat No. 17, Gambir, Jakarta Pusat.

  1. Struktur Organisasi

Kementerian Pariwisata terdiri atas:

  1. Sekretariat Kementerian.
  2. Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan.
  3. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata.
  4. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I.
  5. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II.
  6. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata.
  7. Staf Ahli Bidang Multikultural.
  8. Staf Ahli Bidang Kemaritiman.
  9. Staf Ahli Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata di Indonesia yang Digilai Turis Asing

Tugas dan Fungsi Kementerian Pariwisata

Tugas 

fungsi dan tugas kementerian pariwisata

Kementerian ini memiliki tugas untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan pada bidang kepariwisataan untuk membantu presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia.

Fungsi

  1. Perumusan dan penetapan kebijakan di bidang pengembangan industri dan kelembagaan pariwisata, pengembagan destinasi pariwisata, pengembangan pemasaran I, dan pengembangan pemasaran II.
  2. Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri dan kelembagaan pariwisata, pengembangan destinasi pariwisata, pengembangan pemasaran I, dan pengembangan pemasaran II.
  3. Pelaksanaan kebijakan pada bidang pembangunan dan perintisan daya tarik wisata. Dalam rangka untuk pertumbuhan destinasi pariwisata nasional dan pengembangan daerah juga peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata.
  4. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pengembangan industri dan kelembagaan pariwisata, pengembangan destinasi pariwisata, pengembangan pemasaran I, dan pengembangan pemasaran II.
  5. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan Kemenpar.
  6. Pengelolaan barang milik atau kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kemenpar.
  7. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kemenpar.

Baca juga: 14 Makanan Tradisional Indonesia yang Enak Banget

Memajukan Pariwisata Indonesia

Dari semua tugas dan fungsinya, dapat disimpulkan bahwa lembaga pemerintah yang satu ini mengupayakan agar pariwisata di Indonesia semakin maju. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia yang dinilai cukup cepat dalam empat tahun terakhir.

Bahkan menurut World Travel & Tourism Council atau WTTC, pariwisata Indonesia merupakan yang tercepat nomor satu di kawasan Asia Tenggara, nomor tiga di Asia, dan nomor sembilan di dunia.

wisata indonesia

Tidak hanya itu, berdasarkan data World Economy Forum (WEF), indeks daya saing pariwisata Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di mana peringkat Indonesia naik delapan poin dari 50 pada 2015 ke peringkat 42 pada 2017 lalu. Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor pariwisata juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara yang terus menunjukkan kenaikan.

Semua itu merupakan hasil kerja dari Kemenparekraf Indonesia yang terus mengupayakan kemajuan. Berbagai strategi dilakukan dalam beragam hal mulai dari pemasaran, pengembangan destinasi wisata, dan pengembangan SDM & Kelembagaan. Pada 2019 ini, pemenuhan target 20 juta wisatawan mancanegara dan penyiapan SDM pariwisata menjadi fokus Kemenpar.

Untuk memenuhi target wisman di 2019, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan ada tiga strategi yang telah disiapkan. Yakni strategi ordinary, extra ordinary, dan super ordinary. Strategi pertama, ordinary merupakan upaya promosi di mana ada branding (memberi label), advertising (mengiklan), dan selling (menjual). Strategi kedua, extra ordinary terdiri dari pemberian insentif untuk maskapai, memberi diskon besar-besaran saat low season, dan Competing Destination Model (CDM).

Sedangkan untuk strategi ketiga, super ordinary mencakup tiga program yakni border tourism, tourism hub, dan low-cost carrier terminal (LCCT). Program border tourism mengandalkan kekuatan kedekatan jarak yakni dengan mendatangkan wisatawan dari negara tetangga. Program tourism hub yakni menarik wisman yang sudah berada di hub regional seperti Malaysia dan Singapura untuk melanjutkan liburan di Indonesia. Sementara program LCCT adalah penentu utama pencapaian target.

Sementara untuk fokus dalam penyiapan SDM pariwisata, Kemenparekraf menyiapkan enam program. Pertama, pemetaan digital “matury” di industri pariwisata Indonesia. Kedua, pemetaan kompetensi, kurikulum, serta metode pembelajaran dan sertifikasi Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0. Ketiga, program kerja sama antara PTPN dan industri pengembangan kompetensi digital.

Keempat, program pengembangan dan pembinaan SDM di desa wisata dengan PTPN. Kelima, jalinan kerja sama pengembangan startup pariwisata dan industri kreatif pada berbagai destinasi wisata. Dan yang keenam, program pengembangan dan pelatihan Wonderful Indonesia Digital atau WIDI Champion.

Memajukan sektor pariwisata di Indonesia memang menjadi tugas utama Kemenparekraf. Namun di samping itu, keterlibatan masyarakat Indonesia dalam membantu, mengelola, dan mengembangkan pariwisata menjadi peran terpenting.

Comments are closed.