Kota Klasik Penuh Sejarah: Kota Aachen di Jerman

Travel

Menjelma menjadi kota klasik yang modern, Kota Aachen memiliki destinasi wisata sejarah yang legendaris dengan bangunan yang memesona.

Kota Aachen menjadi salah satu kota bersejarah di Jerman. Di kota ini terdapat beberapa bangunan bersejarah peninggalan Charlemagne, seorang kaisar Romawi abad 800. Bangunan bersejarah itu antara lain Katedral, monumen pertama di Jerman yang dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya UNESCO. Kemudian, Balai Kota tempat 32 raja Jerman merayakan penobatan mereka.

Tak hanya dikenal dengan sejarahnya yang begitu kental, Aachen juga dikenal sebagai kota modern, terbuka untuk dunia, memiliki kontak politik, ekonomi dan budaya hingga melampaui perbatasan Jerman. Salah satu contohnya adalah kawasan industri transnasional pertama di Eropa bernama Avantis, yang bekerja sama dengan kota Heerlen di Belanda.

Suasana Klasik Kota Aachen

suasana klasik di kota aachen

Menjelajahi Jerman belum lengkap rasanya jika tidak ke kota satu ini. Aachen merupakan kota yang hanya memiliki luas 160,83 kilometer persegi. Terletak di sebelah barat Jerman, Kota ini terkenal dengan sumber air mineralnya yang sangat bermutu. Maka tak heran, Aachen pun sering dijadikan sebagai pusat pengobatan bahkan sejak abad ke-1.

Baca Juga: 5 Kota di Jerman Ini Selalu Jadi Favorit Wisatawan

Jika Anda mengincar hiruk-pikuk kota besar, Aachen bukan jawabannya. Kota ini cukup minimalis namun sangat asri. Bangunannya di dominasi oleh museum, katedral, dan gedung pertunjukan seni. Penobatan Raja Jerman bahkan dilakukan di sini. Meski begitu, Aachen berlokasi amat strategis untuk yang ingin Euro trip, karena berbatasan langsung dengan Belgia, Luxemburg, dan Belanda.

Aachen juga menawarkan keragaman kultur, lantaran kota tersebut menampung sekitar 40.000 warga asing dari berbagai negara. Bahkan tak sedikit warga Indonesia yang merantau ke sana untuk bersekolah. Oleh sebab itu, biaya hidup di kota tersebut relatif lebih murah daripada kota-kota lain di Jerman.

Untuk bisa menyambangi Aachen, pertama cari penerbangan menuju Dusseldorf. Setelah tiba di bandar udaranya, lanjutkan perjalanan Anda menggunakan light rail menuju ke Dusseldorf Hauptbahnhof. Lalu, tinggal naik kereta dengan tujuan Aachen.

Pabrik Cokelat Lindt & Sprungli

pabrik colkat di Kota Aachen

Lindt Chocolate Factory ini merupakan tempat berbelanja cokelat nomor satu di Aachen. Di tempat ini, Anda dapat menemukan berbagai varian cokelat yang berbeda dari cokelat-cokelat lain. Kadar cokelatnya pun bervariasi sesuai pilihan. Dari yang kadarnya paling rendah, hingga cokelat pahit berkadar 99 persen. Uniknya lagi, pabrik cokelat ini menjual coklat khusus bagi penderita diabetes.

Pabrik cokelat Lindt tersebut beralamat di Suesterfeldstrasse 130, 52072 Aachen, North Rhine-Westphalia. Tak begitu jauh dari stasiun barat kota, bahkan Anda bisa menjangkaunya hanya dengan berjalan kaki. Sebagai tips, jangan lupa untuk mempersiapkan uang cash atau kartu debit. Mengingat sistem berbelanja di pabrik cokelat ini berlum menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Baca Juga: Traveling ke Jerman Menggunakan Visa Schengen Untuk Menikmati 7 Destinasi Ini

RWTH University, Almamater B.J Habibie

Menyambangi kota klasik ini, rasanya kurang afdol juga bila tak menyempatkan diri ke RWTH University. Kampus ini merupakan tempat di mana B.J Habibie mengambil studi Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi Pesawat Terbang. Beliau menghabiskan waktu kurang lebih 10 tahun di untuk menyelesaikan kuliahnya tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 27.000 mahasiswa prasarjana dan 3.000 mahasiswa pascasarjana yang menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen. RWTH University berada pada kawasan Bundesland NRW. Di sana, Anda bisa mengabadikan momen dengan berfoto di depan bangunan universitas yang berolgo “RWTH”. Sebab kemungkinan besar, pengunjung tidak diperbolehkan bebas berkeliling ke area dalam kampus.

Destinasi wisata Terkenal Kota Aachen

Dom Aachen

Dom Aachen dibangun atas perintah salah satu kaisar ternama, Karl Yang Agung, Dom adalah lambang utama kota Aachen. Kubahnya berbentuk segi delapan dan selesai dibangun kira-kira tahun 800 masehi. Bangunan ini, bersama Domschatz menjadi cagar budaya kedua di dunia yang ditetapkan oleh UNESCO.

Keindahan dan keunikan menjadi ciri khas Dom Aachen ini, tak heran jika banyak para wisatawan yang ingin datang berkunjung yang menjadikan gedung ini tak pernah sepi setiap harinya.

Balai Kota Aachen yang Bersejarah

Balai kota yang sekarang bisa Anda nikmati merupakan hasil dari pembangunan bertahap berabad lamanya. Menara Granusturm berasal dari jaman Karl Yang Agung yaitu abad ke- 8 masehi.

Di abad ke-14 warga Aachen mendirikan bangunan balai kota bergaya gotik di tempat yang sama. Antara abad ke-17 dan ke-18, bangunan ini direnovasi menjadi sebuah istana bergaya baroque. Semenjak balai kota ini direnovasi, banyak para wisatawan yang mulai ingin berkunjung.

Haus Lowenstein

Bangunan di daerah Markt ini mulai dibangun bersamaan dengan balai kota, dan diperkirakan rampung pada tahun 1345. Selain Dom dan balai kota, gedung bergaya gotik ini adalah salah satu yang bertahan dari kebakaran kota tahun 1656.

Saat ini gedung antik ini menjadi pusat arsip dan dokumentasi karnaval. Bangunan ini pun sudah di desain seindah mungkin agar para pengunjung tidak pernah bosan jika berkeliling di dalamnya. Karena bangunan uniknya, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Selain menikmati keindahan bangunannya, di sini para wisatawan juga bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan.

Elisenbrunnen

Elisenbrunnen Kota Aachen

Bangunan Elisenbrunnen terdiri dari ruang terbuka berpilar di bagian depan dan masing-masing satu pavilyun dengan ruangan di kiri kanannya. Dari dua mata airnya, mengalir air hangat berkadar belerang tinggi hingga 52°C. Sebelum hancur akibat perang, di ruang bawah tanah air panas ini dikumpulkan untuk diminum. Sebab dianggap berkhasiat menyembuhkan beberapa macam penyakit.

Baca Juga: Catat! Ini Syarat Visa Schengen Jerman yang Harus Disiapkan

Katedral Aachen

Gereja Katedral Aachen merupakan bangunan bersejarah yang telah melahirkan Raja-Raja Prancis di abad pertengahan. Gereja ini didirikan oleh Charlemagne yang menyimpan banyak peninggalan berupa arsitektur emas yang menghiasi gereja Katedral ini. Inti bangunan ini dikenal sebagai bangunan bersejarah yang paling terawat dari masa dinasti Karolingia dan pada 1978 merupakan bangunan bersejarah Jerman pertama yang masuk dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO.

Di Katedral Aachen Kaisar Karl yang Agung dimakamkan dan di kapelnya sampai tahun 1531 dilaksanakan pemahkotaan pada hampir semua raja Jerman. Gereja ini ternyata tetap menjadi salah satu gereja tertua di Jerman yang berisi banyak harta dari periode awal abad pertengahan, diantaranya Tahta Charlemagne (tahun 800), Altarpiece emas (tahun 1000), Mimbar emas (tahun 1020), Kuil emas Charlemagne (tahun 1215), tempat suci Perawan Maria (tahun 1238), dan koleksi peninggalan menarik lainnya.

Burtscheid

Di daerah Burtscheid, ada tiga bangunan penting yang saling berdekatan, yaitu Gereja St. Johann-Baptist, St. Michel, serta Pavilyun Couven di taman Burtscheid. Di pusat kota, selain gedung-gedung kuno diatas, pengunjung disuguhi pula banyak monumen dan air mancur sehingga membuat para wisatawan senang berlama-lama di sini.

Di depan balai kota ada air mancur tertua kota ini bernama Karlsbrunnen. Dan di Krämerstrasse sebuah monumen air mancur berbahan perunggu bertema anak-anak buatan pematung terkenal Bonifatius Stirnberg di tahun 1975.

Jika Anda berniat berkunjung ke kota ini, selain mengunjungi destinasi wisata di atas, jangan lupa juga untuk mengunjungi Lindt Chocolate Factory untuk sekadar berbelanja coklat sebagai buah tangan khas kota klasik ini.

Comments are closed.