Mengenal Sayonara Tax dan Manfaatnya

Travel

Sayonara tax adalah pajak yang dibebankan kepada turis lokal maupun asing ketika mereka meninggalkan Jepang. Besarannya sekitar Rp132 ribu.

Istilah sayonara tax mungkin masih asing di telinga, wajar ini merupakan “syarat baru” yang dikeluarkan pemerintah Jepang untuk para pelancongnya. Anda wajib tahu perihal aturan baru ini agar tak kaget nanti ketika berlibur ke Negeri Sakura. Yuk, kenali lebih jauh mengenai pajak anyar ini.

Mengenal Sayonara Tax

Sayonara Tax adalah pajak yang diperuntukkan bagi pelancong asing sebesar 1000 yen atau setara dengan Rp132.000.Pungutan ini dibayarkan sebelum para turis meninggalkan Jepang. Hasil pajak yang terkumpul akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata di Negeri para Samurai itu.

Pemerintah Jepang menjelaskan, selain untuk menyokong sektor pariwisata hasil pajak juga akan dimanfaatkan untuk mendukung berlangsungnya Summer Olympics yang akan digelar di Tokyo 2020 mendatang.

Siapa saja yang dikenai Sayonara Tax?

Pajak ini dibebankan kepada semua turis yang akan meninggalkan Jepang. Biayanya akan langsung ditambahkan saat pembayaran tiket baik jalur darat, udara, maupun laut. Namun, ada pengecualian bagi anak-anak di bawah usia dua tahun, pelancong dengan masa inap kurang dari 24 jam dan mereka yang memasuki Jepang karena cuaca buruk, ketiganya dibebaskan dari pajak.

Baca juga: Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri: Ini Fungsinya

Tujuan Penggunaan Dana?

Pemerintah Jepang memperkirakan, selama 2019 dana yang terkumpul dari Sayonara Tax sudah mencapai USD 50 miliar yen atau sekitar Rp 6,5 triliun. Dana tersebut akan dialirkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, “bebas stres” untuk pelancong dengan menambahkan instalasi gerbang dengan sistem pengenalan wajah di bandara dan pelabuhan untuk mempercepat proses kontrol paspor. Pemerintah juga berencana untuk meningkatkan akses ke informasi tentang atraksi Jepang dengan menambahkan lebih banyak plakat dari berbagai bahasa di taman nasional dan situs budaya.

Manfaat Sayonara Tax Bagi Turis?

Sebenarnya besaran Sayonara Tax yang mesti dibayar terbilang murah bila Anda mengetahui manfaat yang akan dirasakan sebagai berikut ini.

  1. Penggunaan multi bahasa diberbagai situs sejarah dan budaya. Hal ini dikarenakan selama ini terbatas pada bahasa Inggris dan Jepang saja. Tentu ini akan memudahkan teman-teman yang menguasai bahasa Asing lain, bukan tidak mungkin juga terdapat pemaparan dalam bahasa Indonesia.
  2. Anda bisa mengunjungi lebih banyak lokasi wisata. Sebab dana sayonara tax yang terkumpul cukup besar pemerintah Jepang bertekad mengembangkan potensi wisata di setiap pulau yang mereka miliki. Seperti yang Anda ketahui, Jepang itu mirip Indonesia yang terdiri dari gugusan pulau-pulau, jadi bukan hanya Tokyo dan Kyoto saja yang akan jadi idola.
  3. kualitas infrastruktur yang lebih baik sehingga pengunjung bisa lebih nyaman bepergian, baik dengan jalur darat, laut maupun udara. Pemerintah Jepang juga akan memaksimalkan moda transportasi yang ada sehingga cost para wistawan bisa diperkecil namun lingkup destinasinya dapat lebih luas. Wifi gratis juga akan disediakan diberbagai destinasi yang bisa dinikmati pengunjung.

Sayonara Tax ini sejatinya dari turis untuk turis, jadi tidak membani sama sekali. Apalagi karena charge-nya sudah digabung dengan tiket pesawat Anda tak perlu mendatangi konter atau kantor pariwisata untuk melakukan pembayaran pajak ini.

Industri pariwisata memang menghadirkan sejumlah peluang bagi negara. Salah satu upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah dengan mengembangkan wilayah atau destinasi yang ada. Menarik sebanyak mungkin pelancong untuk meningkatkan pemasukan negara.

Baca juga: Fakta Unik ini Hanya Ada di Myeongdong Korea Selatan

PBB pun mencatat jumlah kunjungan dibeberapa lokasi wisata favorit naik tiap tahunnya. Eropa misalnya, benua biru ini setidaknya mengalami kenaikan pelancong sebanyak 51% pada 2017, Tujuan Asia dan Pasifik naik 24 %.  16% di Amerika, 4% Timur Tengah dan 5% diAfrika.

Pajak turis pun dinilai jadi pemasukan tambahan yang bisa menambah pendapatan negara. Tak heran jika bukan hanya Jepang menerapkan pajak pada turisnya namun sebagian besar negara di Eropa, Amerika dan Asia Pasific juga sudah lama menerapkan atura serupa. Penasaran negara mana saja? Ini dia daftarnya:

Negara yang Memungut Pajak Turis

Bhutan

Salah satu negara di Asia Selatan yang jadi favorit turis adalah Bhutan. Tak ayal pemerintahnyapun tak segan meminta pajak wisata tinggi, terbukti dibanding negara lain di selatan Asia, pajak Bhutan terbilang paling tinggi yakni sekitar USD250 perhari atau sekitar Rp3,5 juta/hari. Pajak ini termasuk sangat besar untuk ukuran negara berkembang. Hasil pajaknya digunakan untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya negara.

Yunani

Sebagai salah satu negara favorit di Eropa Yunani juga mengenakan pajak bagi turis asingnya. Biaya pajak menginap diperuntukkan bagi pengunjung internasional. Menurut GTP Headlines, pajak menginap besarannya disesuaikan pada pemilihan hotel. Pajak paling kecil yakni sekitar 1euro atau setara dengan Rp…dibebankan pada mereka yang menginap di hotel bintang satu dan dua. Sementara untuk hotel kelas atas pajaknya bisa lebih tinggi.

Austria

Wisatawan harus membayar pajak akomodasi semalam (termasuk karavan dan tempat perkemahan), yang dibebankan sesuai dengan provinsi tempat Anda menginap. Retribusi pariwisata ini berkisar antara € 0,15  hingga 3,02% dari biaya hotel per orang per malam di Wina. Jika menginap di Salzburg bersiaplah untuk membayar ekstra 3,02% untuk akomodasi Anda. Berita baiknya anak di bawah 15 tahun dibebaskan dari pajak.

Baca juga: Musim Semi di Jepang Asyiknya Pergi ke 6 Destinasi Ini! 

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Belgia

Saat berlibur kesini Anda wajib menyiapkan dana darurat, sebab pajak yang dibebankan di negara ini cukup besar. Di Antwerpen, ada tarif tetap sebesar € 2,39 (£ 2,09) per orang, per malam untuk menginap di hotel atau € 0,53 (46p) untuk tempat perkemahan, anak-anak di bawah 12 tahun dibebaskan dari pajak.

Sementara jika berkunjung ke Bruges ada pajak pariwisata sebesar € 2 (£ 1,75) per orang, per malam. Ini berlaku untuk semua akomodasi wisata seperti hotel, wisma dan hostel. Ghent mematok Pajak Kota sebesar € 2,50 (£ 2,18) per orang, per malam. Beberapa hotel memasukkan retribusi dalam tarif kamar tetapi yang lain akan mengeluarkan biaya dan menagihnya sebagai biaya tambahan.

Di Brussels, ada Pajak Kota yang dibebankan per kamar, per tahun sesuai dengan jumlah ukuran hotel dan klasifikasi hotel. Di Novotel Brussels, misalnya, Anda akan dikenai € 7,50 (£ 6,55) per kamar, per malam.

Itulah beberapa negara selain Jepang yang memungut pajak bagi para turisnya. Ada yang menambahkan pajak di tiket perjalanan namun sebagian besar ditambahkan pada tagihan penginapan. Ketika merencanakan liburan jangan lupakan persoalan ini ya, agar Anda tidak kaget melihat tagihan yang tiba-tiba tinggi.

Comments are closed.