Negara Dengan Paspor Terlemah dan Paspor Terkuat di Dunia

Travel

Keberadaan paspor terkuat di dunia tak lepas pula menjadikan beberapa Negara menjadi pemegang paspor terlemah di dunia.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa warna dari paspor setiap Negara berbeda-beda? Ternyata warna dari sebuah paspor setiap Negara sedikitnya mewakili identitas Negara itu sendiri. Selain itu, ternyata keberadaan paspor setiap Negara di dunia juga dinilai sebagai cara menentukan kuat tidaknya status dari paspor Negara.

European Nation atau Perserikatan Bangsa-Bangsa Eropa telah mengadakan penilaian, negara mana yang memiliki paspor “terkuat”. “Kuat” di sini adalah berdasar jumlah negara yang memberikan akses bebas visa kunjungan pada negara tersebut.

Henley Passport Index baru saja merilis daftar paspor dengan layanan bebas visa di masing-masing negara. Dalam daftar tersebut menunjukkan kekuatan paspor dari masing-masing negara. Henley Passport Index merupakan hasil survei dari membandingkan 199 paspor yang berbeda dengan 277 destinasi perjalanan yang berbeda-beda termasuk negara, teritori, dan negara mikro.

Indeks tersebut diperbaharui secara real-time setiap ada kebijakan visa yang baru. Di tahun 2019, terdapat dua negara di Asia yang berlomba untuk memperebutkan posisi paspor terkuat di dunia.

Baca juga: Apa Itu Visa Schengen dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Negara Pemegang Paspor Terkuat di Dunia

Memasuki tiga perempat tahun, Jepang dan Singapura telah memegang posisi mereka sebagai paspor paling ramah perjalanan di dunia. Laporan ini menggunakan data dari sejarah indeks selama 14 tahun untuk menunjukkan bagaimana mobilitas perjalanan telah berubah selama dekade terakhir, dengan melihat kekuatan yang diperoleh paspor.

ragam paspor terkuat di dunia

Berdasarkan data dari Henley Passport Index, berikut 10 paspor terkuat di dunia untuk dimiliki pada 2019:

  • Jepang, Singapura – bebas visa 190 negara
  • Finlandia, Jerman, Korea Selatan – bebas visa 188 negara
  • Denmark, Italia, Luksemburg – bebas visa 187 negara
  • Perancis, Spanyol, Swedia – bebas visa 186 negara
  • Austria, Belanda, Portugal – bebas visa 185 negara
  • Belgia, Kanada, Yunani, Irlandia, Norwegia, Inggris, Amerika Serikat, Swiss – bebas visa 184 negara
  • Malta, Republik Ceko – bebas visa 183 negara
  • Selandia Baru – bebas visa 182 negara
  • Australia, Lithuania, Slovakia – bebas visa 181 negara
  • Hungaria, Islandia, Latvia, Slovenia – bebas visa 180 negara

Negara Pemegang Paspor Terlemah di Dunia

Dari laporan ini pula terlihat paspor terlemah di dunia. Suriah, Irak, dan Afghanistan tetap ada di peringkat bawah, dengan skor bebas visa atau on arrival masing-masing hanya 29, 27, dan 25. Hal ini menjadikan ketiga negara ini menyandang gelar paspor terlemah di dunia.

Diambil dari laporan quartal Henly Passport Index 1 Oktober 2019, berikut 10 negara dengan paspor terlemah di dunia :

  • Lebanon, Korea Utara – bebas visa 39 negara
  • Nepal – bebas visa 38 negara
  • Libia, Palestina, Sudan – bebas visa 37 negara
  • Yemen – bebas visa 33 negara
  • Somalia, Pakistan – bebas visa 31 negara
  • Syria – bebas visa 29 negara
  • Irak – bebas visa 27 negara
  • Afghanistan – bebas visa 25 negara

Peringkat Paspor Indonesia dan Negara ASEAN

Untuk paspor Indonesia berada di urutan ke-73 di dunia. Selain Indonesia, pada peringkat ini juga terdapat Zambia. Pemegang paspor dari kedua negara ini bisa berpergian bebas visa ke 70 negara. Dalam laporan versi regional untuk Asia Tenggara, peringkat pertama dipegang oleh Singapura, disusul oleh Malaysia (secara global peringkat 12). Pemegang paspor Malaysia bisa pergi ke 177 negara bebas visa.

paspor terkuat di dunia

Peringkat ke tiga regional Asia Tenggara dipegang oleh Brunei Darussalam (dengan peringkat global 21) dengan akses kunjungan bebas visa ke 165 negara. Selanjutnya di peringkat ke empat, ada Timor Leste (secara global peringkat 55) dengan akses bebas visa ke 95 negara. Di posisi ke lima, ada Thailand (secara global 66) dengan akses bebas visa ke 77 negara.

Indonesia memegang peringkat ke enam paspor terkuat di Asia Tenggara. Paspor Malaysia menjadi paspor terkuat di ASEAN setelah Singapura. Sementara peringkat ke tujuh sampai sebelas secara berurut untuk regional Asia Tenggara ada Filipina, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Myanmmar. Pemegang paspor Filipina (secara global di peringkat 77) yang bisa berkunjung tanpa visa ke 65 negara. Pemegang paspor Kamboja (secara global di peringkat 81) bisa berkunjung tanpa visa ke 53 negara.

Sementara itu, pemegang paspor Laos (secara global di peringkat 92) yang bisa berkunjung tanpa visa ke 49 negara. Pemegang paspor Vietnam (secara global di peringkat 90) yang bisa berkunjung tanpa visa ke 51 negara. Terakhir, pemegang paspor Myanmmar (secara global di peringkat 95) yang bisa berkunjung tanpa visa ke 45 negara.

Bila dibandingan negara tetangga seperti Papua Nugini dan Australia, Indonesia berada di bawah kedua negara tersebut. Australia berada di peringkat ke sembilan dengan akses bebas visa ke 181 negara.

Baca juga: Cari Tahu Perbedaan Paspor 24 dan 48 Halaman!

Makna Warna Sampul Paspor

Menurut Hrant Boghossian, wakil presiden Arton Group yang mengoperasikan index paspor database, warna sampul paspor berasal dari 4 warna dasar, yaitu merah, hijau, biru dan hitam. Menurutnya, pemilihan warna paspor juga dipengaruhi perkembangan politik negara tersebut, berikut penjabarannya:

Sampul Berwarna Hijau

Negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam memilih sampul paspor berwarna hijau. Meskipun tidak semua, sebab Korea Selatan pun berwarna hijau.

Menurut Boghossian, pemilihan warna hijau oleh negara muslim tersebut dikarenakan alasan keagamaan. Hijau dipercaya sebagai warna favorit Nabi Muhammad SAW. Beberapa negara yang memiliki paspor warna hijau diantaranya, Saudi Arabia, Pakistan, Afghanistan, Iran, Maroko dan Indonesia.

Sampul Berwarna Merah Burgundy

Warna sampul paspor merah burgundy dipilih oleh negara-negara European Union (EU) sebagai identitas kesatuan negara tersebut. Turki mengubah sampul paspornya menjadi burgundy agar bisa bergabung dengan European Union. Ada juga yang menganggap, sampul merah burgundy pada paspor menunjukan bahwa negara tersebut dahulunya menganut paham komunis.

Namun, warna merah tak hanya milik Eropa. Warna ini juga disebut dipakai sebagai simbol ‘kekuatan’. Negara-negara yang memiliki jumlah pemberi bebas visa terbanyak umumnya memilih menggunakan warna merah sebagai sampul paspornya, meski bukan penganut komunis, contoh Malaysia dan Singapura.

Sampul Berwarna Biru

Sedangkan paspor dengan sampul warna biru secara umum melambangkan suatu negara baru. Paspor warna biru ini dimiliki oleh beberapa negara di kawasan Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oceania.

Baca juga: Kabar Baik, Imigrasi Terbitkan Layanan Paspor 1 Hari Jadi!

Sampul paspor berwarna merah terang

Swiss memilih sampul paspor berwarna merah terang sebagai simbol bahwa mereka merupakan negara yang unik dan berbeda dari negara yang lain.

paspor di dunia

Sebenarnya, pada dasarnya penentuan warna sampul paspor kembali pada kebijakan masing-masing negara, seperti yang dilansir dari Wikipedia: “Jenis dan warna paspor tiap negara berbeda-beda sesuai dengan keinginan negara yang bersangkutan, tetapi untuk sistem dan kemananan paspor hampir semua negara menerapkan sistem yang sama berdasarkan standar ICAO (Internasional Civil Aviation Organization) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional”.

Jika selama ini Anda mengira keberadaan paspor setiap Negara memiliki kekuatan yang sama, kini dengan informasi di atas, Anda bisa mengetahui mengapa peringkat paspor di dunia menjadi sangat penting. Mana dari Negara-negara di atas yang menjadi Negara favorit Anda untuk dikunjungi? apakah Negara tersebut termasuk dalam Negara dengan paspor paling kuat di dunia?

Comments are closed.