Penyebab Biaya Hidup di Singapura Lebih Mahal Daripada Indonesia

Travel

Berencana tinggal di Singapura? Sebaiknya pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini agar Anda tidak kaget jika biaya hidup di Singapura menjadi sangat lebih mahal.

Melihat gaji besar yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan di Singapura, membuat minat masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di sana semakin besar. Namun, jika Anda cerdik dan mencari tahu lebih luas lagi mengenai gaji besar tersebut, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tentunya, ada beberapa faktor alasan para pemberi kerja di sana memberikan gaji yang besar. Apakah biaya hidup di sana akan sama dengan biaya hidup di Indonesia?

Berbicara biaya hidup, bukan rahasia baru lagi jika Singapura terkenal dengan ‘kemahalannya’. Mulai dari biaya transportasi, makanan, pendidikan, hingga rumah sakit pun dibanderol dengan harga yang cukup fantastis. Tidak heran jika Singapura berpredikat sebagai salah satu negara maju dan terkaya di dunia. Untuk Anda yang masih bertanya-tanya faktor apa saja yang menyebabkan biaya hidup di Singapura bisa sangat mahal, berikut ini ulasannya.

Minim Subsidi

Salah satu penyebab biaya hidup di Singapura jauh lebih mahal dibandingkan Indonesia, dikarenakan minimnya subsidi dari pemerintah. Ada beberapa bahan pokok di negara ini yang tidak disubsidi oleh pemerintah, contohnya listrik, air, gas, dan bensin. Jangan heran jika tagihan listrik di Singapura bisa dalam hitungan juta dalam sebulan. Padahal jika dilihat, keempat hal tersebut merupakan faktor primer kebutuhan hidup masyarakat. Bukan hanya itu saja, keempat hal tersebut juga menjadi dasar dari biaya lainnya, seperti harga makanan, tarif transportasi, dan lain sebagainya.

Pajak Negara yang Tinggi

Singapura juga terkenal dengan tarif pajak negara yang tinggi. Tarif pajak perorangan di Singapura bisa mencapai 22% per bulannya. Tentu tarif pajak ini sangat berpengaruh pada biaya hidup di Singapura yang menjadi sangat mahal. Oleh karena itu, jangan kaget jika Anda membeli barang atau makan di restoran dan pajak yang harus dibayarkan cukup besar.

Harga Properti yang Tinggi

Meskipun ada beberapa apartemen milik pemerintah yang disubsidikan, tetapi hal itu tidak terlalu berpengaruh apa pun terhadap kehidupan di sana. Hal ini dikarenakan kurang lebih 76 persen tanah di Singapura dimiliki oleh pemerintah sehingga mereka bisa leluasa untuk mengatur tata kota dan membuat lahan yang diperuntukkan sebagai tempat tinggal hanya sedikit. Tentu hal ini membuat harga properti semakin tinggi dan berpengaruh pada biaya hidup lainnya.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Sebagian Barang Hasil Impor

Jika dibandingkan Jakarta, tentu Jakarta masih lebih luas dari Singapura yang hanya mempunyai luas 718 kilometer persegi. Dikarenakan lahan yang tidak besar sehingga sumber daya alamnya pun menjadi terbatas. Hal itulah yang menyebabkan hampir barang yang ada di Singapura diimpor dari negara tetangga, yaitu Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu, jangan heran jika barang-barang tersebut jauh lebih mahal setelah dijual di Singapura dan berpengaruh pada biaya-biaya lainnya.

Comments are closed.