Syarat dan Prosedur Pindah Kewarganegaraan

Travel

Pindah kewarganegaraan memang hak semua rakyat Indonesia. Namun, untuk menjadi warga negara asing memiliki syarat dan prosedur yang harus dilakukan. Apa saja itu?

Pindah kewarganegaraan bukan terjadi baru-baru ini saja, tetapi sudah ada sejak dulu. Pindah ke negara asing adalah salah satu transisi hidup paling besar yang akan Anda lakukan. Walaupun persyaratan dan proses yang panjang serta melelahkan, tetapi pindah menjadi warga negara asing juga merupakan pengalaman yang sangat memuaskan dan kaya. Apa pun alasan kepindahan Anda, baik untuk bisnis atau alasan pribadi, persiapan yang baik akan membuat transisi Anda jauh lebih mudah dan jauh lebih menyenangkan. Artikel ini menunjukkan apa yang saja yang perlu Anda pertimbangkan. Seperti yang sudah dijelaskan, ada beberapa syarat dan prosedur kepindahan kewarganegaraan. Semuanya akan berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia (“UU 12/2006”) dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia (“PP 2/2007”).

Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia

  1. Jika seorang Warga Negara Indonesia (“WNI”) berubah menjadi Warga Negara Asing (“WNA”), maka yang bersangkutan akan kehilangan kewarganegaraannya. Hal itu bisa disebabkan jika yang bersangkutan sebagai berikut.
  2. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri.
  3. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu.
  4. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.
  5. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.
  6. Secara sukarela masuk dalam dinas negara asing, yang jabatan dalam dinas semacam itu di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan hanya dapat dijabat oleh WNI.
  7. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.
  8. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing.
  9. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.
  10. Bertempat tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama 5 (lima) tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun itu berakhir, dan setiap 5 (lima) tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada Perwakilan Republik Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal Perwakilan Republik Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan.

Proses Pindah Kewarganegaraan

WNI dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri apabila yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa kewarganegaraan. Permohonan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia diajukan secara tertulis oleh yang bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri yang menangani masalah Kewarganegaraan Republik Indonesia (“Menteri”).[3] Permohonan dibuat dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermeterai cukup dan sekurang-kurangnya memuat:[4]

  1. Nama lengkap,
  2. tempat dan tanggal lahir;
  3. alamat tempat tinggal;
  4. pekerjaan;
  5. jenis kelamin;
  6. status perkawinan pemohon; dan
  7. alasan permohonan.

Dokumen yang Harus Disiapkan

  1. Fotokopi kutipan akte kelahiran atau surat yang membuktikan kelahiran pemohon yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia.
  2. Fotokopi akte perkawinan/buku nikah, kutipan Akte perceraian/surat talak/perceraian, atau kutipan akte kematian istri/suami pemohon bagi yang belum berusia 18 tahun dan sudah kawin yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia.
  3. Fotokopi Surat Perjalanan Republik Indonesia atau Kartu Tanda Penduduk yang disahkan oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia.
  4. Surat keterangan dari perwakilan negara asing bahwa dengan kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia pemohon akan menjadi warga negara asing.
  5. Pas foto pemohon terbaru berwarna ukuran 4X6 (empat kali enam) senti meter sebanyak 6 (enam) lembar.

Proses Pindah Kewarganegaraan

  1. Perwakilan Republik Indonesia memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan dalam waktu paling lama 14 hari terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan.
  2. Jika permohonan permohon belum lengkap, Perwakilan Republik Indonesia mengembalikan kepada pemohon dalam waktu paling lambat 14 hari terhitung sejak tanggal permohonan diterima.
  3. Dalam hal permohonan telah lengkap, Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan kepada Menteri dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap.
  4. Kemudian, Menteri pun melakukan hal yang sama. Pengecekan dokumen selama 14 hari jika dokumen terebut tidak lengkap akan dikembalikan lagi.
  5. Presiden menetapkan keputusan mengenai kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia.
  6. Keputusan Presiden tersebut, petikannya disampaikan kepada Perwakilan Republik Indonesia dalam waktu paling lambat 14 hari terhitung sejak tanggal Keputusan Presiden ditetapkan dan salinannya disampaikan kepada Menteri dan Perwakilan Republik Indonesia.
  7. Perwakilan Republik Indonesia menyampaikan keputusan tersebut kepada pemohon dalam waktu paling lambat 7 hari terhitung sejak tanggal Keputusan Presiden diterima.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Pencatatan Perubahan Status Kewarganegaraan dari WNI Menjadi WNA

Perubahan status kewarganegaraan dari WNI menjadi WNA di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah mendapatkan persetujuan dari negara setempat wajib dilaporkan oleh Penduduk yang bersangkutan kepada Perwakilan Republik Indonesia. Perwakilan Republik Indonesia setempat menerbitkan Surat Keterangan Pelepasan Kewarganegaraan Indonesia. Pelepasan kewarganegaraan Indonesia diberitahukan oleh Perwakilan Republik Indonesia setempat kepada menteri yang berwenang berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan untuk diteruskan kepada Instansi Pelaksana yang menerbitkan akta Pencatatan Sipil yang bersangkutan. Berdasarkan pemberitahuan itu, Pejabat Pencatatan Sipil membuat catatan pinggir pada register akta Pencatatan Sipil dan kutipan akta Pencatatan Sipil.

Comments are closed.