7 Fakta Menarik Pulau Socotra yang Wajib Diketahui

Travel

Disebut sebagai pulau misteri, Pulau Socotra menyimpan fakta-fakta unik dan menarik yang bisa Anda ketahui. Apa saja fakta tersebut?

Pernah Anda mendengar Pulau Socotra? Sama halnya dengan pulau terpencil lainnya, pulau ini salah satu dari sekian banyak yang seolah-olah tidak terjamah oleh zaman. Pulau satu ini sangat jarang disinggahi orang-orang luar pulau, sehingga apa yang ada di dalamnya seperti tak pernah terusik. Alasan kenapa jarang disinggahi, mungkin karena letak Socotra sendiri yang agak sedikit aneh. Kalau dilihat dari peta, Socotra terletak di Timur tanduk Afrika (Somalia) sejauh 240 kilometer. Beda halnya kalau dilihat dari Yaman posisi Socotra ada di selatan sejauh 380 kilometer.

Namun, sebenarnya kalau dilihat dari posisinya, Socotra tak benar-benar begitu nyeleneh. Pesawat dan kapal laut jelas masih bisa menjangkaunya. Tapi, pada kenyataannya pulau satu ini tetap tidak terjamah. Berikut ini fakta-fakta unik dan aneh dari pulau ini.

Baca juga: Madagaskar, Surga Bagi Pecinta Alam Liar

Fakta Unik di Balik Pulau Socotra

Pulau Paling Bersejarah

pesona pulau Socotra

Nama Socotra diambil dari bahasa sansekerta, ‘sukhadhara dvipa’ yang berarti “pulau kebahagiaan”. Menurut sejarah, penduduk pulau yang berada di Yemen ini telah memeluk Kristen sejak tahun 52 setelah masehi.

Pada abad kesepuluh, seorang ahli geografi Arab bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani menyatakan bahwa pada masanya, penduduk Socotra mayoritas memeluk agama Kristen. Konon mereka juga telah mempraktekkan ritual sihir kuno.

Pada tahun 1507, armada Portugis mendarat di pulau ini. Tujuan mereka adalah untuk menghentikan perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudra Hindia serta untuk menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut.

Namun, invasi Portugis ini tidak berjalan mulus karena penduduk setempat menentang mereka. Pada tahun 1511, pulau ini dikuasai oleh Kesultanan Mahra. 456 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 November 1967, pulau tersebut menjadi bagian dari Republik Rakyat Yaman Selatan yang pada saat ini telah berubah menjadi Republik Yaman.

Terdapat Tumbuhan Unik Khas Pulau Socotra

pesona pulau Socotra

Pulau yang berjarak sejauh 380 kilometer dari Jazirah Arab inimemiliki banyak tumbuhan yang unik dan langka. Maka tidak heran kalau pulau ini begitu terkenal akan keeksotisannya. Karakteristik iklim dan geologi pulau ini yang unik menjadikan flora-flora yang tumbuh di pulau ini unik dan langka.

Dari 800 tumbuh-tumbuhan, 293 diantaranya merupakan flora endemik karena tumbuhan tersebut hanya dapat ditemukan di pulau satu ini. Ada pula beberapa tumbuhan yang terancam punah hidup di pulau ini.

Flora dengan bentuk aneh seperti pohon Darah Naga (Dracanea Cinnabari) menjadi ikon khas pulau ini. Konon getah pohon ini digunakan penduduknya sebagai obat dari segala penyakit. Flora unik lainnya adalah tanaman raksasa Dorstenia, Dendrosicyos, pohon Delima Socotra (punica protopunica), dll.

Terdapat Berbagai Hewan Langka

Tidak hanya tumbuh-tumbuhan, pulau ini juga kaya akan hewan yang cantik namun belum pernah ditemukan di tempat lain. Di antara berbagai hewan yang ditemukan tersebut mulai dari spesies burung, kepiting, hingga laba-laba yang langka.

Pulau ini juga memiliki beragam fauna endemik. Terdiri dari 90 persen jenis reptil, 192 spesies burung, 44 jenis burung diantaranya bertelur di pulau ini. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, ada 22 titik area burung yang sangat penting di pulau ini.

Pulau ini juga memiliki spesies burung endemik seperti Socotra Starling Onychognathus Frater, Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri, Socotra Sparrow Passer Insularis, dan Grosbeak Socotra Rhynchostruthus Socotranus.

Ada juga burung penyanyi socotra, incana. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia asli di pulau ini. Pulau ini juga memiliki spesies endemik terumbu karang.

Pulau Terpencil

Socotra atau dalam bahasa Arab Suquṭhra yang artinya kepualuan kecil terletak di Samudera Hindia. Kepulauan ini terletak 80 km sebelah timur dari Tanduk Afrika, dan 380 km sebelah selatan dari Jazirah Arab.

Pulau yang berada di Samudera Hindia ini merupakan pulau terpencil di dunia. Ada 3 pulau kecil lainnya yaitu pulau Samhah, Abd Al Kuri, dan Darsa, tapi  Socotra sendiri merupakan pulau utama. Pulau ini memiliki luas 3796 km persegi dengan penduduk sekitar lebih 40.000 jiwa.

Socotra memiliki pegunungan Haghier dengan ketinggian 1.500 m dari permukaan laut, dan ini merupakan puncak tertinggi di pulau ini. Iklim di pulau ini dapat di kategorikan sebagai iklim koppen dengan suhu tahunan rata-rata di atas 18 derajat Celcius.

Baca juga: Liburan di Pulau Bintan Surga Tropis Kepulauan Riau

Adat Istiadat Penduduk Pulau Socotra

Meski menyimpan sejuta pesona yang luar biasa, 40 ribu penduduk pulau ini masih menjadi misteri. Hal tersebut karena mereka terisolasi dari masyarakat modern. Film dokumenter yang disutradari dan diproduksi oleh Carles Cardelus ini memperlihatkan kehidupan adat istiadat penduduk pulau yang berjuang untuk melestarikan tradisi selama berabad-abad.

Dalam film ini Carles menceritakan kisah pulau tersebut melalui para penggembala kambing, nelayan, dukun, hingga imam. Sebagaimana dilansir Daily Mail, Carles mengatakan, saat pemutaran film ini, penduduk di sana memiliki budaya leluhur, kendati sekarang sudah mulai terpengaruh budaya modern.

“Beberapa tahun lalu nelayan tidak pernah menggunakan uang karena mereka menukarkannya dengan ikan. Kemudian kapitalis hadir di sana dan mengubah budaya mereka sangat cepat,” katanya. Carles menambahkan, penduduk Socotra sudah mempercayakan kesehatan mereka pada dokter, ketimbang datang ke shaman atau dukun. Budaya mereka berubah sangat cepat.

Baca juga: Nusa Penida, Liburan Bak di Surga

“Mereka menyukai hal-hal baru. Sebagai contoh, banyak orang yang menjual pulau mereka untuk membeli mobil atau kapal yang lebih besar. Mereka semua senang dengan hal baru,” tambahnya. Meski begitu, pulau yang berada di selatan negara Yaman ini masih belum memiliki resort tradisional atau hotel mewah. Selain itu, sangat sedikit dari penduduknya yang bisa berbahasa Inggris.

Pulau Terlindungi

Pada Juli 2008 pulau ini telah diakui UNESCO sebagai situs warisan alam dunia. Oleh karena itu UNESCO memberikan perlindungan lingkungan di pulau ini. Sehingga tidak dibangunnya fasilitas bagi pengunjung seperti hotel, restoran, dan bangunan lainnya meski pulau ini memiliki potensi sebagai tempat wisata yang luar biasa. Hal tersebut dilakukan UNESCO agar Socotra terjaga keaslian alamnya.

Pulau dengan Kekayaan Hayati

pesona pulau Socotra

Tak hanya di daratan, laut Socotra juga memiliki kekayaan hayati yang sangat unik. Berdasarkan penelitian para ahli, karakteristik dari keanekaragaman hayati di laut Socotra merupakan gabungan dari berbagai wilayah seperti samudera Hindia, laut Arab, laut Merah dan juga Afrika.

Keunikan hayati ini meliputi 95 persen jenis siput yang tidak ditemukan di tempat lain. Selain itu di laut Socotra juga hidup 730 jenis ikan, 253 jenis terumbu karang serta 300 jenis kepiting, udang dan lobster.

Kelangkaan dan keunikan flora dan fauna yang ada di pulau ini, tak heran jika kemudian dunia menjulukinya sebagai “pulau Galapagos” di samudera Hindia. Bahkan yang lebih ekstrim lagi pulau ini kerap kali dijuluki “neraka dunia” atau “pulau alien”. Hal tersebut dikarenakan flora dan faunanya yang termasuk endemik.

 

 

Comments are closed.