Sebelum Berkunjung ke Kuil-Kuil di Thailand, Pahami Etika Ini!

Travel


Notice: get_currentuserinfo is deprecated since version 4.5.0! Use wp_get_current_user() instead. in /home/frwwwartikel/public_html/wp-includes/functions.php on line 3896

Sama seperti masuk ke masjid atau gereja, berkunjung ke kuil-kuil di Thailand juga memiliki etika tersendiri yang harus dipatuhi oleh wisatawan. Meskipun kini kuil-kuil tersebut menjadi objek wisata, tetapi tidak sedikit juga masyakarat yang masih beribadah di sana.

Anda yang berkunjung ke Thailand, pasti sepanjang jalan mata Anda akan disuguhkan banyaknya kuil dengan arsitektur megah dan mewah. Hal ini tentu tidak heran karena mayoritas penduduk Thailand beragama Buddha. Oleh karena itu, banyak kuil yang menjadi tempat ibadah mereka. Namun, karena bagunan yang unik, megah, dan mewah, kuil-kuil di Thailand memiliki daya tarik di mata wisatawan. Tidak heran jika hingga saat ini, hampir semua kuil di Thailand menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Thailand.

Bukan hanya bagunan yang mewah saja, tetapi tempat suci ini memiliki sejarah panjang yang juga menarik untuk dipelajari. Jika Anda memang berniat untuk berkunjung ke kuil-kuil di Thailand, pastikan Anda pahami etika yang harus dipatuhi. Sebab, kuil merupakan tempat yang suci dan semua penduduk Thailand sangat menghormatinya. Oleh karena itu, Anda sebagai wisatawan diharapkan melakukan hal yang sama dengan mematuhi semua etika yang dianjurkan. Jika Anda tidak mematuhi satu peraturan saja, jangan harap Anda diperbolehkan masuk ke sana. Lalu, apa saja etika yang wajib dipatuhi untuk berkunjung ke kuil-kuil di Thailand?

Wajib Berpakaian Sopan

Kuil merupakan tempat ibadah yang sangat suci dan Anda diwajibkan untuk berpakaian sangat sopan. Jangan berani menggunakan celana pendek dan baju super minim, jika nekat menggunakannya, kemungkinan besar Anda akan diusir. Berkunjung ke kuil-kuil di Thailand harus menggunakan pakaian yang tertutup, seperti celana atau rok panjang minimal menutupi lutut dan baju yang memiliki lengan. Untuk alas kaki, baik pria maupun wanita diharapkan mengenakan sepatu tertutup dan jangan pernah menggunakan sandal jepit.

Penggunaan Kamera

Bagunan kuil yang megah dan juga ikonik rupanya sering dijadikan objek foto oleh wisatawan. Hampir semua wisatawan yang berkunjung ke kuil-kuil di Thailand pasti mengebadikannya lewat foto. Namun, ada etika yang harus Anda patuhi ketika sedang memotret. Contohnya, menghargai orang yang sedang beribadah dengan tidak memotretnya.

Lepaskan Sepatu

Sama seperti masuk ke masjid, melepas alas kaki menjadi salah satu etika yang harus dipatuhi ketika berkunjung ke kuil-kuil di Thailand, khususnya saat masuk ke dalam kuil. Sebab, tempat itu sangat suci dan tidak boleh ada kotoran apa pun yang ikut masuk. Pastikan Anda meletakkan sepatu di rak yang sudah disediakan di depan kuil atau masukkan ke kantong yang bisa Anda beli di sekitar kuil.

Tidak Boleh Kontak Fisik dengan Biksu

Khusus wisatwan wanita, tidak diperkenankan menyentuh seorang biksu atapun hanya jubahnya. Jika Anda ingin memberikan barang kepada biksu, sebaiknya cari seorang pria lain sebagai perantara untuk memberikan barang tersebut kepada biksu. Jika tidak ada yang bisa dimintai tolong, Anda bisa menaruh barang tersebut di tempat lain dan kemudian diambil oleh biksu.

Jangan Mengeluarkan Suara dengan Nada Keras

Namanya juga di tempat ibadah, pasti dilarang untuk mengeluarkan suara dengan nada keras bahkan berteriak. Sangat disarankan untuk Anda menjaga etika dalam berbicara karena suara yang terlalu keras bisa mengganggu orang yang sedang beribadah.

Meskipun terkesan simpel, tetapi Anda harus mengikuti semua etika di atas jika ingin berkunjung ke kuil-kuil di Thailand. So, semoga artikel ini bermanfaat ya untuk Anda yang sedang merencanakan liburan ke Thailand. Selamat berlibur!

Comments are closed.