Tak Hanya Kebaya, Inilah Pakaian Adat Wanita di Dunia!

Travel

Mungkin Anda hanya tahu kebaya dan batik sebagai pakaian adat wanita. Padahal, banyak sekali pakaian adat wanita di dunia dengan berbagai keindahannya.

Setiap daerah atau negara pasti memiliki identitas yang berbeda dan tentunya keunikan tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya hal yang menunjukkan keunikan tersebut, mulai dari budaya atau kegiatan hingga pakaian adat. Pakaian adat merupakan pakaian daerah suatu negara yang mengekspresikan identitas suku daerah tersebut. Apabila suku tersebut mendominasi atau banyak memberikan kontribusi terhadap negaranya, bisa jadi pakaian daerah suku itu menjadi kostum nasional, seperti halnya batik dan kebaya.

Sejatinya, bukan hanya Indonesia yang memiliki pakaian adat wanita. Nyatanya, banyak sekali pakaian adat wanita di dunia dengan keunikan dan keanggunannya tersendiri. Penasaran ingin melihat berbagai pakaian adat wanita di dunia? Simak di bawah ini!

Pakaian Adat Wanita di Dunia

Deel

Pakaian adat wanita di dunia yang pertama kita mulai dari deel. Deel merupakan pakaian adat wanita yang berasal dari Mongol. Pakaian tradisional ini telah lama dikenal oleh suku nomaden (yang suka berpindah-pindah) di Asia tengah. Biasanya, deel terbuat dari bahan wool, brokat, katun, atau sutra.

Di Mongol, deel memiliki dua varian, untuk pria dan wanita, di mana model deel pria lebih sederhana dibandingkan wanita. Seiring perjalanan waktu, deel mongol tradisional yang tadinya berbentuk longgar dan berlengan panjang dengan kerah tinggi dan dilengkapi aksen kain menumpuk di bagian depan, sekarang lebih variatif dan fleksfibel.

Biasanya, deel dilengkapi pernak-pernik, jubah, tali pinggang, topi, dan sepatu bot yang semuanya merupakan ciri khusus pakaian Mongol.

Sari

Sari atau saree merupakan nama pakaian adat wanita sekaligus jenis kain yang digunakan untuk membuat pakaian adat khas India. Sari pada dasarnya terdiri dari helaian kain yang tidak dijahit, memiliki panjang mulai dari empat hingga sembilan meter yang dililitkan pada badan. Sari hanya dipakai wanita India saja.

Jenis yang paling banyak digunakan yakni sari yang dililitkan di pinggang, dan ujung lainnya disangkutkan ke bahu hingga punggung. Sari biasanya dipakai untuk menutupi baju bagian dalam yang disebut pavada, shaya, atau choli.

Dirndl

Sepintas, pakaian ini seperti pakaian pelayan (maid) restoran ala Jepang. Eits, namun siapa sangka bahwa pakaian ini merupakan pakaian adat wanita yang berasal dari Jerman dan Austria.

Dirndl merupakan pakaian tradisional yang dulunya biasa dipakai oleh masyarakat pedesaan di pegunungan Alpen, khususnya wanita Austria untuk bekerja di ladang (karena simpel dan bebas untuk bergerak). Kala itu, warnanya pun cukup hitam dan putih dan terdapat rok kecil (celemek) yang menutupi pinggang depan.

Namun, setelah Raja Austria saat itu, Franz Joseph dan istrinya Elisabeth menyukai pakaian ini, dan menyebutnya “sissi”, akhirnya pakaian ini naik pamor, dan menjadi pakain resmi adat masyarakat Austria saat itu.

Bunad

Pakaian adat wanita dunia selanjutnya berasal dari Norwegia yang dikenal sebagai bunad. Pakaian ini banyak dipakai wanita Norwegia sekitar abad ke-18 hingga 19 dan sekarang menjadi kostum nasional negara Norwegia.

Pada abad ke-18, berkat Hulda Garborg dan Klara Semb lah pakaian bunad banyak dipakai masyarakat Norwegia. Sepintas, bunad hampir mirip dengan dirndl, namun “celemek” yang dimiliki bunad lebih panjang dari dirndl dan sejatinya sambungan dari kain baju bagian atas.

Sarafan

Sarafan merupakan pakaian adat wanita yang berasal dari Rusia yang khusus dikenakan oleh para wanita saja. Dipercaya, pakaian ini telah berkembang sejak abad ke-13. Seperti halnya pakaian Eropa, sarafan memiliki semacam “celemek” pada bagian roknya.

Sekarang, pakaian ini jadi salah satu kostum nasional Rusia yang sering digunakan dalam pesta dansa. Motif pakaian ini juga menginspirasi boneka khas rusia, matryoshka (boneka yang dapat diisi dengan boneka yang lebih kecil).

Kebaya

Pakaian adat wanita selanjutnya ada di tanah air, Kebaya namanya. Kebaya merupakan pakaian atas yang terbuat dari bahan tipis, biasa dipadu padankan dengan samping terbuat dari kain batik atau songket.

Sejatinya, kebaya berasal dari tanah Jawa. Bentuk awal dari kebaya berasal dari keraton Majapahit yang dikenakan para permaisuri dan selir raja kala itu. Pada zaman penjajahan, kebaya mulai dikenal luas hingga ke tanah Sunda, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebaya sering digunakan pada acara formal seperti pernikahan dan pertemuan penting lainnya. Saat ini, kebaya (juga batik) telah menjadi kostum nasional, yang melambangkan identitas bangsa Indonesia.

Cheongsam

Pakaian adat wanita yang paling terkenal di Tiongkok disebut cheongsam atau dikenal juga sebagai qipao. Pakian ini merupakan salah satu kostum tradisional perempuan Tiongkok yang digunakan dalam setiap acara penting sejak dinasti Qing.

Ciri utama pakaian ini yakni kerah baju berdiri, lipatan kain membuka di sisi kanan hingga pada bagain bawah pinggang (pas paha), kain dibiarkan terurai. Konon, pakaian ini dapat memicu keindahan bentuk tubuh perempuan.

Sejarahnya, pakaian tradisional ini untuk membedakan status seseorang pada masa dinasti Qing, khususnya di daerah Manchu. Namun, memasuki abad ke-20, pakaian ini banyak digemari oleh perempuan Tiongkok, khususnya di Shanghai dan merambah hingga ke seluruh negeri dan luar negeri China.

Hanbok

Bagi penggemar film Korea, pastinya tidak asing mendengar istilah hanbok. Hanbok merupakan pakaian adat wanita Korea Selatan (jika Korea Utara: Joseon-ot). Hanbok pada umumnya memiliki warna cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku.

Sejarah terciptanya hanbok sudah berkembang pada masa tiga kerajaan, periode Goryeo hingga terakhir periode Joseon. Secara umum, hanbok memiliki tiga bagian, pertama disebut jeogori (atasan/baju), baji (celana), dan chima (rok).

Selain itu, pada masa Joseon mulai diperkenalkan durumagi (jubah panjang-biasa dipakai oleh laki-laki dewasa) dan magoja, semacam jaket bergaya manchu (dipengaruhi dinasti Qing dari Tiongkok).

Itulah berbagai jenis pakaian adat wanita di dunia yang unik dan juga menawan. Mana yang paling Anda sukai selain kebaya yang menjadi kebanggan kita sebagai orang Indonesia?

Comments are closed.