Tahu Taman Nasional Lorentz? Ini Dia 10 Fakta Menariknya!

Travel

Menjadi Google doodle, Taman Nasional Lorentz di Papua memancarkan keindahan alam yang menakjubkan. Ingin tahu fakta-fakta taman nasional ini?

Jika Anda hobi berselancar di google, Anda pasti pernah melihat salah satu taman nasional di Indonesia pernah menjadi Google doodle.  Anda akan melihat tulisan Google yang didesain sedemikian rupa dan menampilkan penampakan alam serta flora fauna di sekitarnya. Taman nasional itu tak lain adalah Taman Nasional Lorentz yang ada di Papua, Indonesia. Taman ini bisa disebut sebagai salah satu taman nasional kebanggaan Indonesia.

Google doodle menampilkan Taman Nasional Lorentz pada tanggal 4 Desember 2019 sebagai perayaan hari jadi taman nasional yang ke 22 tahun. Ilustrasi yang dibuat oleh seniman Alyssa Winans tersebut menarik banyak perhatian warganet karena memperlihatkan hamparan dataran tinggi Habema Valley dan Danau Habbema dengan gambar satu burung Beo Pesquet di depannya. Ketika Anda cukup yakin untuk mengunjungi taman nasional ini, memiliki juga asuransi perjalanan untuk liburan yang lebih aman dan tenang.

Baca juga: Apa Itu Visa Schengen dan Bagaimana Cara Membuatnya?

 

10 Fakta Menarik Taman Nasional Lorentz

Kalau keindahan taman nasional ini sudah mendunia, tak ada salahnya kita sebagai warga Indonesia lebih mengenal lagi tentang taman nasional yang keren ini. Berikut beberapa fakta menarik tentang Taman Nasional Lorentz di Papua, diantaranya:

Taman Nasional Terluas di Asia Tenggara

Taman nasional yang dihuni oleh ribuan spesies fauna ini merupakan taman nasional terluas di Asia Tenggara, dengan luas mencapai 2,350 ribu hektar. Di dalam area seluas itu, Anda bisa menemukan hutan tropis, tundra hingga gletser. Karena areanya yang begitu luas, masih banyak tempat yang belum dijelajahi dan dipetakan oleh manusia.

salju di taman nasional lorentz

Tidak heran jika Lorentz masih dihuni oleh begitu banyak ragam fauna dan flora endemik yang belum sempat diidentifikasi. Sayangnya, keterbatasan sarana dan prasana membuat kawasan ini sulit dijangkau secara keseluruhan. Padahal ekosistem di dalamnya sangat lengkap, bisa dianggap sebagai perwakilan untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik.

Menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Pada tahun 1999, tepatnya di tanggal 4 Desember, UNESCO menetapkan Lorentz sebagai situs warisan dunia. Itu artinya, sudah 20 tahun taman nasional tersebut dilindungi. Bahkan, 2 tahun sebelumnya, kawasan ini sudah dijadikan sebagai taman nasional. Mengutip dari situs resmi UNESCO, meski menjadi situs warisan dunia UNESCO, otoritas taman nasional tetap di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI. Tenang saja, walau dilindungi, Anda juga bisa berkunjung ke sini.

Asal Usul Penamaan

Meski terletak di Indonesia, namun namanya terdengar asing. Kata ‘Lorentz’ sendiri diambil dari nama belakang penjelajah asal Belanda yaitu Hendrikus Albertus Lorentz. Awalnya, kawasan ini hanyalah sebuah tempat antah berantah di Papua yang punya banyak keanekaragaman hayati yang menarik. Saking uniknya, seorang penjelajah asal Belanda Hendrikus Albertus Lorentz sering meneliti tempat ini. Pada akhirnya, dalam ekspedisinya ke-10 pada 1909, dia berhasil mendaki Puncak Jaya dengan enam orang Suku Kenyah. Momen ini pun membuat namanya diabadikan sebagai nama Taman Nasional ini.

Punya Satu Dari Tiga Gletser Tropis di Dunia

Salah satu keunikan yang dimiliki lokasi satu ini adalah keberadaan gletser tropis, di mana gletser ini sangat sulit ditemukan. Selain itu, taman nasional ini juga mencakup Puncak Jaya, yaitu satu dari 7 puncak tertinggi di dunia.

Dihuni oleh Berbagai Suku di Papua

Taman Lorentz yang begitu luas juga menjadi rumah bagi beberapa suku di sana, seperti Suku Asmat, Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme dan Suku Sempan. Bahkan, kemungkinan masih ada kelompok masyarakat yang tinggal di dalam hutan belantara. Salah satu karya yang dikenal dari komunitas di sana adalah Noken, yaitu anyaman tas yang terbuat dari serat pohon dan daun.

suku di taman nasional lorentz

Saat berkunjung ke Suku Asmat, Anda bisa mempelajari keterampilan memahat patung. Ada pula Noken, yakni anyaman tas yang terbuat dari serat pohon atau daun.

Menjadi Sebuah Taman Nasional pada 1997

Lorentz baru ditunjuk sebagai taman nasional pada 1997. Kala itu, fasilitas dan sarananya masih terbatas. Akhirnya kawasan ini mulai dikembangkan, sehingga diterima UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 4 Desember 1999.

Otoritasnya tetap di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Baca juga: Tempat Wisata di Papua Nugini, Indah Sekali!

Terletak di Titik Pertemuan Dua Lempeng Benua yang Bertabrakan

Saking luasnyalLorentz, bentang alam pegunungannya merupakan hasil tabrakan antara lempeng tektonik Australia dan Pasifik. Kondisi geologinya yang kompleks juga membuat terbentuknya gunung es.

Kalau Anda perhatikan secara seksama, dua garis lempeng tersebut telah menghasilkan gunung yang punya puncak tertinggi di Papua.

Satu-satunya Kawasan Lindung yang Menggabungkan Es ke Lingkungan Laut Tropis

Taman Nasional seluas 2,4 juta hA ini merupakan satu-satunya kawasan lindung di dunia yang menggabungkan secara menerus transek utuh dari tutupan es ke lingkungan laut tropis. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan Vegetasi  alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah.

Rumah dari Salah Satu Dari Tujuh Puncak Dunia

Seven summits atau tujuh puncak dunia menjadi incaran para pendaki profesional. Salah satunya Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut.

Dibutuhkan persiapan fisik yang sangat matang untuk bisa mendakinya. Anda akan berhadapan dengan badai salju yang suhunya bisa mencapai minus sembilan derajat Celsius.

Tempat Tinggal Hewan dan Tumbuhan Langka

Terdapat sekitar 34 tipe vegetasi di sini, seperti hutan rawa, hutan sagu, gambut, pantai pasir karang, lumut kerak, padang rumput, hutan hujan, dan lain-lain. Hal ini membuat banyak jenis satwa dan tumbuhan yang berada di lokasi satu ini.

fauna taman nasional lorentz

Ada sekitar 630 jenis burung (70 persen burung khas Papua) dan 123 jenis mamalia. Anda juga bisa menjumpai kasuari, megapoda, kakaktua, cendrawasih, kura-kura moncong babi, dan puyuh salju. Sedangkan tumbuhan yang menjadi ciri khasnya antara lain nipah, bakau, pandanus julianettii, avicennia marina, dan nauclea coadunata.

Membanggakan bukan Indonesia memiliki tempat indah yang membuat mata dunia tertarik untuk melirik bahkan mendatanginya. Jika Anda memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menyambangi taman nasional ini, jangan sia-siakan sebab keindahannya seketika akan menghipnotis Anda. Tapi ingat, karena sarana dan prasarana untuk menuju ke sana tidaklah mudah, maka Anda perlu persiapan matang serta dipandu oleh guide dan asuransi perjalanan yang mumpuni, seperti berbagai produk asuransi yang ditawarkan oleh Futuready. Selamat berlibur!

Baca juga: Aturan Membawa Cairan Ke Bagasi Pesawat

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Comments are closed.