Tambang Batu Bara Ombilin Jadi Warisan Dunia, Kok Bisa?

Travel

Tambang Batu Bara Ombilin merupakan satu dari sekian banyak tambang batu bara terkenal di Indonesia. Bahkan, tambang ini terpilih sebagai warisan dunia.

Batu bara merupakan sumber energi yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh perusahaan energi atau pembangkit listrik di dunia. Hal ini tak lepas dari harga produksinya yang relatif murah dibandingkan dengan sumber energi lainnya.

Hal inilah yang membuat berbagai negara mencari tambang batu bara untuk diambil hasilnya dan diolah menjadi sumber energi. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak tambang batu bara. Salah satu yang sudah mendunia adalah Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto.

Tambang satu ini merupakan salah satu tambang batu bara terbesar di Indonesia bahkan dunia. Tak heran jika hasil produksinya sangatlah besar hingga saat ini. Menariknya lagi, belum lama ini tambang batu bara satu ini didapuk sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO.

Tentunya, ada beberapa faktor yang membuat UNESCO memberikan gelar tersebut pada tambang batu bara yang berada di Sumatera Barat ini. Mulai dari hasil tambangnya, usia tambang tersebut, sejarahnya, hingga destinasi wisata di sekitar tambang tersebut.

Tak perlu berlama-lama, mari kita lihat fakta terkait terpilihnya tambang satu ini menjadi warisan dunia oleh UNESCO di bawah ini!

Fakta Terpilihnya Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto Menjadi Warisan Dunia

Terpilih karena Unggul

Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto dinilai unggul dalam dua kategori Nilai Universal Luar Biasa (Outstandting Universal Value) sehingga terpilih menjadi Warisan Dunia UNESCO. Pertama adalah kriteria II bahwa Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksploitasi batu bara di masa akhir abad ke-19 sampai dengan masa awal abad ke-20 di dunia, khususnya di Asia Tenggara.

Sementara, kriteria IV tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur dan kombinasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia.

Tambang Batu Bara Tertua di Asia Tenggara

Sawahlunto dikenal sebagai situs tambang batu bara tertua di Asia Tenggara. Sawahlunto secara geografis terletak di lembah yang sempit di sepanjang pegunungan Bukit Barisan. Kota itu sendiri dikelilingi oleh beberapa bukit, yaitu Bukit Polan, Bukit Pari, dan Bukit Mato. Eksploitasi batu bara di Sawahlunto dilakukan sejak abad ke-19. Sejak itu, daerah pedesaan ini berkembang dan menjadi lokasi penambangan.

Satu-satunya Tambang Batu Bara Bawah Tanah di Indonesia

Pertambangan batu bara di Ombilin mulai beroperasi lebih dari satu abad. Dahulu, tambang ini dikelola oleh pemeritah kolonial hingga akhirnya pengelolaan berpindah ke PT Bukit Asam Tbk. UPO di Sawahlunto ini merupakan satu-satunya tambang batu bara bawah tanah di Indonesia.

Pernah Jadi Kota Industri

Dilansir dari situs resmi UNESCO, penambangan batu bara telah secara signifikan mengubah lanskap pedesaan Sawahlunto menjadi situs industri. Selama pengembangannya pada abad ke-19, perusahaan pertambangan merancang lokasi penambangan Sawahlunto menjadi lima kegiatan spasial: Industri tambang batu bara, area komersial dan perdagangan, area pemukiman, wilayah administrasi, dan utilitas kesehatan.

Guna mendukung kegiatannya, Belanda membangun beberapa jaringan transportasi seperti membuat jaringan kereta api untuk mengangkut batu bara dari Sawahlunto ke Pantai Barat Sumatera. Hindia Belanda juga membangun Pelabuhan Emmahaven (dikenal sebagai Teluk Bayur) dan menjadi pelabuhan pengiriman untuk ekspor batu bara, menggunakan kapal uap SS Sawahlunto dan SS Ombilin-Nederland.

Sementara, selama 1887-1892, mereka mulai membangun kereta api dari Pulau Air Padang ke Muaro Kalaban dan dari stasiun ini menuju ke wilayah Sawahlunto.

Pernah Pekerjakan Tahanan Politik dan Kriminal

Ada sedikit cerita miris menyanyat hati di Sawahlunto. Dahulu, para tahanan kriminal dan politik dari wilayah Jawa dan Sumatra dibawa ke tempat ini. Selama pengiriman ke Sawahlunto, kaki, tangan, dan leher mereka diikat. Selanjutnya, di Sawahlunto, mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang batu bara dengan kaki, tangan, dan leher masih dirantai. Mereka dijuluki orang rantai atau ketingganger dalam bahasa Belanda.

Masih Terdapat Beberapa Peninggalan Asli

Di Komplek Tambang Batu Bara Ombilin, masih terdapat beberapa peninggalan asli seperti terowongan Mbah Soero, perumahan pekerja dan pekerja tambang (Tangsi Baru dan Tanah Lapang), pemfilteran batu bara, pabrik kereta api, kantor pemerintah, pemukiman, dan pemkot.

Mirip dengan Pertambangan di Belgia

Salah satu situs pertambangan batu bara yang memiliki kemiripan dengan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto adalah Major Mining Sites of Wallonia (Belgia). Situs ini memiliki kesamaan dalam infrastruktur pertambangan dan perekrutan tenaga kerja.

Sebagai situs tambang batu bara, Sawahlunto memiliki infrastruktur yang lengkap dan utuh dalam perencanaan dan struktur perkotaan, pengaruh gaya arsitektur, bentuk lahan, dan budaya. Berdasarkan International Collieries Studies (ICOMOS), Sawahlunto memenuhi kategori kompleks tambang batu bara besar seperti Chatterley-Whitfield Colliery, Inggris, dan Zollern 2-4 Colliery, Jerman.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Ada Beberapa Spot Wisata

Sebagai upaya PT Bukit Asam Tbk menjadikan Unit Penambangan Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO, lubang tambang batu bara bawah tanah diubah menjadi lokasi pendidikan serta wisata.

Wisatawan bisa mengunjungi Museum Tambang Batu Bara Ombilin yang terletak di sebelah kantor Unit Pernambangan Ombilin (UPO) Sawahlunto. Berbagai informasi mengenai sejarah perusahaan dapat dipelajari di museum ini.

PT Bukit Asam Tbk juga memamerkan beberapa peralatan yang digunakan untuk menambang batu bara di Ombilin sejak ratusan tahun lalu beserta dengan diorama proses pertambangan batu bara. Untuk area bekas tambang, PT Bukit Asam Tbk mengubah lahan tersebut menjadi area wisata, yaitu Kebun Binatang Kandi, danau, arena pacuan kuda, arena olahraga dan fasilitas umum lainnya untuk masyarakat Sawahlunto.

Itulah alasan di balik terpilihnya tambang batu bara Ombilin Sawahlunto sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Pernahkah Anda ke tambang legendaris satu ini?

Comments are closed.