Cari Tahu Tarif Tol Selama Lebaran!

Travel

Tarif tol di Indonesia terbilang mahal jika dibandingkan negara tetangga. Apa sebabnya dan apakah ada penurunan tarif di kemudian hari?

Bagi Anda yang memiliki mobil dan tinggal di kota besar, tentu berkendara menggunakan kendaraan roda empat bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Hal ini tak lepas dari padatnya jalanan di kota-kota besar yang dominan diisi oleh orang-orang yang juga berkendara menggunakan mobil pribadi.

Banyak cara yang sudah ditempuh oleh pemerintah untuk menanggulangi kemacetan di jalan yang berada di kota-koita besar, salah satu yang paling gencar dilakukan tak lain adalah dengan mendirikan berbagai jalan bebas hambatan atau jalan tol. Tak heran jika kini di kota besar di tanah air ada banyak sekali jalan tol yang sudah beroperasi, mulai dari jarak pendek hingga jauh.

Tapi, tentu kita semua tahu bahwa jalan tol berbeda dengan jalan pada umumnya. Ada tarif yang harus dibayar oleh para pengguna jalan tol jika ingin menikmati fasilitasnya yaitu jalanan yang bebas hambatan. Bicara soal tarif, mungkin sebagian dari Anda merasa bahwa beberapa ruas tol di Indonesia memiliki tarif yang terbilang mahal bahkan lebih mahal dari negara tetangga se-Asia Tenggara. Sebenarnya, apa yang membuat tarif jalan tol di Indonesia cenderung lebih mahal? Daripada berspekulasi, lebih baik kita simak lebih dalam seputar tarif tol di tanah air berikut ini!

Cara Perhitungan Tarif Tol di Indonesia

Penetapan harga tol bukanlah proses yang sederhana seperti mematok harga makanan pada sebuah restoran. Ada banyak faktor yang memengaruhi tarif sebuah tol di tanah air. Jangan heran jika Anda menggunakan tol yang baru dibuat di era 2000-an tarifnya lebih mahal dibandingkan tol yang dibangun dan beroperasi sejak 1980-an.

Untuk tol yang dioperasikan sejak 1980-an, pemerintah umumnya mematok harga Rp200,00 hingga Rp300,00 per kilometer. Contohnya saja, tol Jagorawi merupakan pemegang tarif tol termurah di Indonesia, yakni Rp9.500,00 saja untuk kriteria mobil pribadi.

Angka tersebut tertentu berbanding cukup jauh dengan tol-tol yang dibangun dan beroperasi pada 2000-an seperti Jakarta-Bandung yang tarifnya berkisar Rp60.000,00 untuk kendaraan pribadi. Bahkan, untuk tol yang dibangun di periode 2010-2017 tarifnya mencapai Rp900,00 hingga Rp1.300,00 per kilometer.

Perbedaan tarif tersebut terjadi karena inflasi dan kenaikan bahan baku pembangunan jalan tol serta beragam faktor pendukung lainnya.

Bagi pemerintah, perbedaan tarif tol tersebut masih wajar mengingat pembangunannya yang memakan biaya yang tidak sedikit. Bahkan, harga tersebut dianggap tidak mahal. Lalu, apakah tarif yang sudah berlaku sekarang pada tol yang dibangun di tahun 2000-an dan 2010-2017 dapat mengalami penurunan? Kemungkinannya ada, tapi tidaklah besar.

Penurunan tarif tersebut bisa dilihat dari konsensi tol terkait. Selain itu, penurunan tarif tol bisa juga dilakukan dengan mengubah komposisi golongan logistik dari golongan 2,3,4, dan 5 menjadi golongan 2 dan 3 saja. Sehingga tarifnya akan turun cukup banyak, dari yang dulunya Rp115.000,00–Rp144.000,00 menjadi Rp96.000,00.

Tarif Tol Selama Masa Lebaran

Pada hari-hari tertentu, ada kalanya tarif tol pun berubah. Contohnya, pada momen lebaran kali ini. Seluruh tol di tanah air mengalami penurunan hingga 15 persen. Tarif tersebut berlaku menjelang lebaran. Adapun hal yang perlu dicatat dari diskon tarif tol ini antara lain:

Diskon Berlaku dari 27 hingga 29 Mei 2019

Ada program potongan tarif tol yang diberikan oleh ATI sebesar 15 persen dan akan berlaku pada periode arus mudik Lebaran 2019, yaitu pada 27 Mei 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 29 Mei 2019 pukul 23.59 WIB.

Potongan ini juga diberikan pada periode arus balik Lebaran, yaitu pada 10 Juni 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 12 Juni 2019 pukul 23.59 WIB.

Diskon Tak Berlaku di Puncak Arus Mudik dan Balik

Pemerintah menjelaskan bahwa diskon tarif tol yang sepenuhnya merupakan inisiasi dari ATI merupakan bentuk pelayanan dan apresiasi bagi pengguna jalan tol serta mendistribusikan lalu lintas agar tidak menumpuk di sejumlah tanggal tertentu.

Jadi, diskon tidak diberikan saat prediksi puncak arus mudik maupun balik lebaran agar lalu lintas dapat terdistribusi dengan baik. Hal ini mengingat tingginya volume lalu lintas saat arus mudik dan balik lebaran.

Diskon tarif tol juga diberikan agar masyarakat yang melakukan perjalanan untuk melakukan silaturahmi pada periode mudik dan balik Lebaran dapat menjadi lebih mudah dan murah dalam perjalanan ke kampung halaman.

Pastikan Saldo Uang Elektronik Cukup Selama Arus Mudik dan Balik

ATI mengimbau pengguna jalan untuk tetap menjaga keselamatan dalam berkendara dan memperhatikan rambu-rambu serta petugas untuk keselamatan selama perjalanan.

Selain itu, pastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum berkendara dan memasuki jalan tol. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, namun juga pengendara lain agar tidak menimbulkan antrean, terutama yang terjadi di pintu gerbang tol.

Temukan Asuransi Mobil Terbaik Anda

Rp

Tarif Tidak Berlaku atau Gratis di Beberapa Ruas

Seperti yang sudah disebutkan di atas, seluruh tarif tol di Indonesia akan mengalami penurunan hingga 15 persen. Tapi, tak hanya itu, pemerintah juga menggratiskan beberapa ruas tol. Hal ini diberlakukan karena sejatinya tol tersebut belum secara resmi beroperasi karena satu dan lain hal.

Adapun tol yang digratiskan saat libur lebaran antara lain tol Pandaan-Malang Seksi 1-4, tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, dan tol Balikpapan-Samarinda.

Itulah informasi seputar tarif tol secara umum dan selama momen Idulfitri atau lebaran tahun ini. Apakah Anda akan mudik dan menggunakan jalan tol tahun ini? Lengkapi asuransi mobil untuk melindungi Anda dan kendaraan selama perjalanan mudik. Selalu utamakan keselamatan dan kenyamanan ya. Selamat mudik!

Comments are closed.