Sejarah dan Fakta Menarik di Balik Telur Paskah

Travel

Telur Paskah bukan hanya telur ayam yang dihias dengan manis. Nyatanya, terdapat sejarah dan fakta menarik di balik telur tersebut.

Paskah merupakan hari istimewa bagi penganut agama kristen di seluruh dunia. Bagi umat kristen, Paskah identik dengan Yesus yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”. Jemaat kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati, dan dikuburkan, lalu pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati.

Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan. Umumnya, seluruh orang kristen di dunia merayakan Paskah dengan penuh suka cita.

Hal yang identik dengan hari bersejarah tersebut tak lain adalah memberikan cokelat dengan berbagai bentuk, salah satunya kelinci, pada anak-anak. Tapi, selain cokelat, ada satu lagi yang tak mungkin bisa dilepaskan dari hari spesial ini, apa lagi kalau bukan telur Paskah. Tradisi ini berasal dari tradisi kesuburan kaum Eropa di mana telur merupakan simbol musim semi.

Pada masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru. Telur Paskah sejatinya merupakan telur ayam biasa yang umumnya kita temukan di berbagai pasar dan supermarket. Bedanya, telur ini dihias sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik. Tak heran jika menjelang Paskah, biasanya orang kristen memiliki banyak telur yang dihias dengan cantik di atas meja.

Bicara soal telur Paskah, mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui secara mendalam tentang sejarah dan fakta menarik di baliknya. Oleh karena itu, mari kita simak bersama di bawah ini!

Sejarah dan Fakta Menarik Telur Paskah

Asal Mula Telur Paskah

Secara cerita, tradisi ini berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa, di mana telur merupakan simbol musim semi. Pada masa silam, di Persia, orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru. Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena Hari Paskah memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim semi. Tradisi ini kemudian berkembang di antara bangsa-bangsa Eropa Utara dan di Asia. Tetapi, di Eropa Selatan dan di Amerika Selatan, tradisi telur Paskah tidak pernah menjadi populer.

Sebuah Simbol Kuno

Sejak zaman dahulu, menurut kepercayaan umat Nasrani kuno. Telur memiliki simbol kehidupan baru dan telah lama dikaitkan dengan perayaan musim semi.

Mengemis untuk Telur

Sejak abad ke-16 di Inggris Utara dan Skotlandia, setiap anak-anak akan pergi dari pintu ke pintu rumah orang lain untuk membacakan sajak dan mengharapakan bisa mendapat telur, keju, daging atau barang-barang lainnya untuk menambah makanan yang akan dihidangkan saat perayaan Paskah tiba. Telur juga sering menjadi persembahan saat Paskah atau sebagai alat tukar, terutama oleh petani di Inggris.

Cangkang Telur Memiliki Arti Tersendiri

Anda tidak dapat menghias telur paskah tanpa direbus terlebih dahulu. Rupanya, hal ini bertujuan mempermudah saat dihias dan juga memiliki makna tersendiri bagi cangkang telur yang mengeras itu. Cangkang telur dalam budaya Kristen Ortodoks melambangkan makam Kristus yang menutupi tubuh Kristus. Sedangkan ketika telurnya retak dan terbuka, hal tersebut melambangkan kebangkitan-Nya.

Sebuah Makanan Terlarang

Sebuah teori menunjukkan bahwa, telur yang sudah diwarnai untuk perayaan Paskah maka makanan tersebut sangat dilarang untuk dimakan selama Lent season, atau 40 hari sebelum hari perayaan. Mereka akan menyantapnya pada hari Minggu Paskah untuk merayakan akhir dari penebusan dosa dan pengorbanan.

Perburuan Terbesar

Cara perburuan telur Paskah terbesar sempat diadakan di Florida, Amerika Serikat, dengan 9.753 peserta anak-anak yang mencari 501.000 telur Paskah.

Tidak Boleh Dimakan Saat Pra Paskah

Telur yang disiapkan untuk perayaan ini dihias sedemikian rupa tidak boleh di makan pada saat pra paskah. Tepat pada hari perayaan, baru bisa disantap bersama-sama.

Asal Usul Telur Paskah Disembunyikan

Saat Hari Paskah, telur yang dihias akan disembunyikan di semak-semak atau kebun. Hal itu rupanya memiliki cerita tersendiri. hal itu dikarenakan seorang pendeta bangsa Amerika ditugaskan mengabarkan Injil ke pedalaman Indian bersama keluarganya. Di daerah pedalaman itu, masih banyak orang Indian yang tingkah lakunya kasar. Dua tahun telah berlalu, tiba-tiba pendeta jatuh sakit dan makanan untuk keluarga pendeta pun makin menipis. Hanya beberapa iris dendeng yang masih tersisa, padahal besoknya adalah Hari Paskah.

Untuk itu, keesokan paginya, setelah anak-anak bangun, mereka membersihkan rumah dan kebun. Saat sibuk membersihkan, anak sulung pendeta menemukan banyak telur di kebun. Setelah tidak ada lagi telur yang ditemukan, mereka menghitung telur-telur itu bersama-sama, dan jumlahnya ada 160 buah. Setelah telur direbus, lalu dihias dengan warna yang meriah dengan bermacam-macam bentuk, telur-telur itu dibagi-bagikan kepada anak-anak Indian yang datang berkerumun.

Sementara ibu pendeta menghias telur, orang-orang Indian mendengarkan pendeta bercerita. “Sebenarnya hari ini Hari Paskah, hari peringatan kebangkitan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita,” kata pendeta saat itu. Banyak orang Indian percaya dengan perkataan pendeta itu. Sejak itu, setiap perayaan ini, orang-orang Indian selalu merayakannya dengan telur yang dihias indah. Hingga kini, kebiasaan menghias telur dan menyembunyikan telut menyebar hampir di seluruh negara di dunia.

Makna Merah pada Telur

Telur awalnya diberi warna merah saat dihias pada perayaan Paskah. Warna merah sendiri untuk melambangkan sukacita Paskah. Tradisi ini ini tidak hanya ditemukan di gereja-gereja latin, tapi juga oriental. Telur yang bewarna biasanya digunakan sebagai mainan anak-anak. Di balik kecantikannya, ternyata banyak sekali fakta menarik dan sejarah yang ada di baliknya, kan? Sudahkah Anda menyiapkan telur Paskah untuk perayaan tahun ini?

Comments are closed.