10 Tempat Terpanas di Dunia

Travel

Kekeringan panjang dan kelaparan sering menghampir 10 tempat terpanas di dunia ini. Pemanasan Global jadi penyumbang terbesar naiknya suhu bumi.

Dunia sedang diambang kehancurannya, ketika pemanasan global datang lebih cepat. Global warming menyebabkan suhu bumi naik tiap tahunnya. Kekeringan dan gelombang panas ekstrim adalah bencana paling mematikan yang ditimbulkan dari naiknya suhu bumi. Pemanasan global melahirkan sejumlah tempat terpanas di dunia yang tak mungkin bisa dihuni manusia.

NASA menggunakan satelit dengan Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk mengukur suhu di tempat terpanas di dunia, berikut ini daftarnya.

10 tempat terpanas di dunia

Dallol, Ethiopia

Dallol terletak di wilayah vulkanik-aktif Afar di Ethiopia. Sebenarnya dulu kawasan ini tidak sepanas sekarang. Dallol dipertengahan 90-an adalah pemukiman pertambangan yang terkenal, tapi kini jadi kota hantu yang tinggal penghuninya. Ya, suhunya yang terus naik tiap tahun menyebabkan hewan ternak dan tumbuhan mati. Kekeringan dan kelaparan kerap melanda wilayah ini. Suhu rata-rata setiap harinya adalah 950F dan pada tengah hari bisa mencapai diatas 1000F.

Aziziyah, Libya

Sudah lebih dari 90 tahun El Azizia memegang rekor tempat terpanas di dunia. Dulu beberapa peneliti menyebut suhu terpanas kawasan ini terjadi pada 1922, ketika itu Aziziyah mengalami kekeringan akibat suhunya yang mencai 580C . Namun, Organisasi Meteorologi Dunia menyatakan penelitian itu tidak sah. Mereka berpendapat bahwa kawasan ini bisa mencapai suhu di atas 1200F setiap pertengahan musim panas.

Wadi Halfa, Sudan

Wadi Halfa terletak di Sudan, tepatnya di perbatasan Mesir. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di kota ini adalah 1270F pada April 1967. Dulu kawasan ini cukup subur dan memiliki pemerintahan yang baik, terbukti dengan berdirinya sebuah bendungan sebagai tempat menyimpan air. Namun, pada 1971 bencana besar terjadi, ketika itu Bendungan Aswan meluap dan menciptakan Danau Nasser yang memaksa lebih dari 50.000 orang meninggalkan kota. Sejak itu suhu kawasan ini terus meningkat dan sering terjadi badai debu tiap kali musim panas datang.

Tirat Zvi, Israel

Tirat Zvi di Beit She’an Valley terletak di sebelah barat Sungai Jordan. Memiliki populasi kurang dari 1.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah petani. Musim panas yang keras membuat hidup jadi sulit di Tirat Zvi, yang terletak 722 kaki di bawah permukaan laut. Pada Juni 1942, wilayah ini pernah mencatat suhu 1290F. Kibbutz adalah perkebunan kurma terbesar di Israel dengan hampir 20.000 pohon tersebar disini.

Timbuktu, Mali

Timbuktu adalah kota kuno yang berada di utara Sungai Niger dekat Gurun Sahara. Di masa lalu Mali merupakan tujuan perdagangan yang sangat populer. Dihuni sekitar 60.000 orang, Mali menjadi salah satu tempat terpanas di dunia setelah pernah mencatatkan suhu udara mencapai 1300F selama musim panas. Bukit pasir raksasa sering menutupi sebagian kota. Kini Mali tidak lagi jadi tujuan dagang karena sering terlibat perang saudara. Belum lagi bencana kekeringan dan kelaparan sering menghampiri wilayah ini.

Ghadames, Libya

Ghadames adalah kota oasis dan situs Warisan Dunia UNESCO yang letaknya di bagian barat Libya. Ada sekitar 10.000 penduduk menghuni wilayah ini, kebanyakan dari mereka tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari dinding lumpur tebal untuk bertahan dari panas ekstream. Di musim panas suhunya bisa mencapai 1310F. Suhu tertinggi yang pernah dicatat adalah 550C,

Kebili, Tunisia

Kebili juga merupakan oasis di Tunisia, Afrika Utara. Menurut para ilmuwan, manusia menghuni tempat ini sekitar 200.000 tahun yang lalu. Sejak dulu kawasan ini memang sudah jadi tempat terpanas di dunia, tapi penduduknya mampu beradaptasi dengan iklim berat tersebut. Warga Kebili biasanya mendinginkan diri dengan berendam di air atau di bawah pohon palem. Suhu rata-rata disini sekitar 1320F. Suhu tertinggi yang tercatat di Kebili adalah 550C.

Rub’al Khali, Semenanjung Arab

Rub’al Khali adalah gurun pasir terbesar di dunia yang wilayahnya meliputi sekitar sepertiga daratan Semenanjung Arab. Iklimnya keras, panas terik dan kering dengan curah hujan tahunan kurang dari 1,2 inci. Suhu tertinggi yang pernah dicatat di sini adalah 1330F.

Death Valley, California, AS

Death Valley terletak di Gurun Mojave California. Daerah ini tidak bisa dihuni, tetapi binatang seperti ular, tikus, dan bighorn terlihat berkeliaran di malam hari. Death Valley dinyatakan sebagai tempat terpanas di dunia oleh WMO. Menurut pemerintah setempat, suhu tertinggi yang pernah tercatat adalah 1340F , ini terjadi pada 1913. Sementara suhu rata-rata dikawasan ini bisa mencapai sekitar 470C.

Dasht-e Lut Desert, Iran

Selama tujuh tahun NASA mengukur suhu di Dasht-e Lut Desert dengan satelit terbaiknya dan berhasil mencatat suhu tertinggi dikawasan ini yang mencapai 1590F (70,50C). Para peneliti mengatakan bahwa besaran suhu tersebebut tidak mampu menyokong kelangsungan hidup manusia. Sebagaian besar daratannya adalah berupa gurun, yang tersebar di lebih dari 200 mil. Disinyalir tidak ada kehidupan di tempat terpanas di dunia ini, bahkan sejumlah bakteri pun tidak ada.

Cegah Global Warming, Kurangi Tempat Terpanas di Dunia

Beberapa negara tercatat memang bersuhu tinggi sejak lama, tapi sebagian lain mengalami kenaikan suhu udara karena adanya perubahan iklim. Bukan tidak mungkin negara kita juga mengalami hal serupa. Indonesia yang dikelilingi gunung, sungai, dan laut bisa terendam dan merubah diri menjadi lautan api karena global warming. Mari cegah pemanasan global dengan tiga cara berikut ini.

Hemat Listrik

Listrik dihasilkan dari pembakaran fosil yang menghasilkan gas CO2 pada proses pembuatannya. Kadar CO2 yang terlalu tinggi dapat mengikis atmosfer yang berfungsi menghalau sinar ultravioler masuk ke bumi.

Hemat Bahan Bakar

Mobil dan motor menghasilkan CO2 yang besar tiap harinya, khususnya diperkotaan. Semakin meningkatnya pemakaian kendaraan resiko atmosfer menipis semakin besar. Kurangi kadar CO2 dengan lebih jarang gunakan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Menanam Pohon

Langkah paling nyata adalah membuat lingkungan kembali hijau dengan menanam lebih banyak pohon. Tumbuhan berfungsi menyerap gas CO2 sehingga kadar gas diudara bisa diseimbangkan. Semakin banyak tumbuhan disekitar rumah semakin bagus kualitas udara yang Anda hirup. Mari kita jaga bumi bersama, jangan sampai menambah deretan tempat terpanas di dunia karena ulah kita sendiri.

Comments are closed.