Tempat Wisata Wakatobi: Objek Wisata dan Tradisi Uniknya

Travel

Bagi Anda yang hobi menyelam, tempat wisata Wakatobi adalah destinasi paling pas untuk habiskan liburan.

Siapa yang tak tahu Wakatobi? Selain jadi surganya para divers, destinasi yang berada tepat di tengah Laut Banda, Sulawesi Tenggara tempat wisata Wakatobi juga dikenal karena keindahan alam bawah lautnya.  Anda bisa menemukan terumbu karang terindah di Indonesia. Meski lebih dikenal karena kekayaan lautnya, bukan berarti Wakatobi tak punya destinasi lain yang menarik.

Jika Anda berencana kesini jangan hanya memasukkan pantai dalam itenerary, karena ada banyak tempat wisata Wakatobi lain yang juga layak disambangi seperti hutan, goa, dan juga budaya yang masih kental. Berikut adalah beberapa lokasi di Wakatobi yang wajib Anda eksplor saat bertandang kemari.

5 Tempat Wisata Wakatobi Terbaik

Taman Nasional Wakatobi

Ada sekitar 750 spesial koral dikawasan taman nasional ini. Selain koral dan terumbu karang Anda juga bisa melihat lebih dari 90 spesies ikan di sini. Tak heran jika destinasi satu ini selalu jadi tujuan utama para penyelam. Bukan hanya keindahan bawah laut saja yang bisa dinikmati, keindahan di atas kapal juga menjadi pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Anda bisa melihat jelas burung laut, penyu, cerek melayu (Charadrius peronii), dan angsa-batu coklat (Sula leucogaster plotus) yang menari bebas diair laut yang jernih.

Pintu masuk Taman Nasional Wakatobi berada di Desa Wanci Kabupaten Wakatobi. Untuk sampai ke tempat wisata Wakatobi ini Anda harus lebih dulu ke Bau-bau yang bisa ditempuh dengan transportasi udara maupun laut. Sampai di Kota Bau-bau, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil menuju Lasalimu, total waktu yang diperlukan sekitar dua jam. Kemudian, dilanjutkan kembali ke Wanci yang jadi pintu masuk Kawasan Taman Nasional Wakatobi. Perjalanan ini hanya bisa menggunakan kapal dengan waktu kurang lebih satu jam.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Menjadi salah satu taman nasional tua di tempat wisata di Wakatobi, Rawa Aopa Watumohai cocok bagi Anda yang ingin menikmati suasa alam berupa hutan hujan pegunungan rendah, hutan bakau, hutan pantai, savana dan hutan rawa air tawar. Memiliki luas 1.050 km² dan ketinggian 981 m, taman nasional ini jadi tempat perlindungan satwa-satwa langka dan endemik. Ada 155 jenis burung yang terbagi menjadi 37 jenis burung endemik dan 32 jenis burung langka. Ada juga beberapa hewan langka seperti Anoa, babirusa, buaya muara, rusa, musang sulawesi, dan beberapa jenis primata seperti tangkasi dan monyet hitam.

Perjalanan kes sana dapat Anda tempuh dengan tiga jalur alternatif menggunakan mobil dengan rute sebagai berikut.

  1. Jalur kendari menuju punggaluku berlanjut ke Tinanggea, kemudian ke Lanowulu dengan jarak 120 km yang ditempuh sekitar 2 jam 30 menit.
  2. Jalur dari Kendari menuju Motaha, lalu dilanjutkan ke Tinanggea, dan terakhir ke Lanowulu dengan jarak 130 km yang ditempuh selama 3 jam.
  3. Jalur dari Kota Kendari dlanjutkan ke Lambuya, kemudian dilanjutkan ke Aopa, lalu menuju Lanowulu yang berjarak sekitar 145 km, sekitar 4 jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesini.

Benteng Liya Togo

Di tempat wisata ini, selain menikmati wisata alamnya Anda juga bisa mempelajari destinasi sejarahnya yakni Benteng Liya Togo. Terletak di Puau Buton tepatnya di desa Togo, benteng ini punya daya tarik berupa  dinding bentengnya yang terbuat dari batu karang yang direkatkan dengan putih telur. Berdiri sejak kesultanan Buton yakni pada abad ke-15 Masehi benteng ini masih berdiri kokoh dengan arsitekturnya yang lekat dengan nuansa laut.

Menuju lokasi ini cukup mudah, berjarak  sekitar 10 km dari bandara Matahora, Anda hanya butuh 30 menit untuk sampai disini. Cukup berkendara kearah luar bandara dan belok kiri di pertigaan arah ke kota. Bentengnya sendiri ada dipuncak bukit dan tersembunyi di antara perkampungan.

Pulau Anano Runduma

Dikenal juga sebagai pulau Seribu Penyu, di sini Anda bisa berekreasi melihat bagaimana penyu-penyu bertelur. Selain melihat penyu Anda juga bisa berenang dan snorkling. Ada banyak pengunjung yang mengatakan kalau sunset di sini adalah salah satu yang terbaik di Wakatobi.

Karena belum terjamah banyak wisatawan, masih sedikit hotel yang ada di sini. Dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga saja Anda harus lebih mandiri dengan membawa perbekalan sendiri. Untuk sampai ke sini Anda harus lebih dulu berada di Bandara Matahora, di Pulau Wangi-Wangi. Perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Wakatobi dan naik perahu ke Pulau Tomia dan dilanjutkan lagi ke Pulau Anano Runduma, yang memakan waktu sekitar 4 jam.

Goa Kontamale

Bagi yang senang menjelajah goa dan menyusuri sungai didalamnya, boleh coba kunjungi Goa Kontamale. Tempat wisata ini juga dikenal sebagai Goa Telaga. Disini Anda bisa melihat pemandangan dalam goa yang terbentuk dari batuan stalagnit yang indah dan airan airnya yang jernih pas untuk Anda yang mencari lokasi wisata untuk relaksasi.

Tidak ada jalur darat untuk bisa kesini, pilihannya hanya laut atau udaran. Untuk jalur laut Anda bisa gunakan kapal Pelni tujuan Pelabuhan Buton, yang dilanjutkan dengan kapal kayu untuk penyebrangan selanjutnya menuju Pulau Wangi-wangi. Sementara untuk jalur udara pilihlah tujuan Bandara Haluoleo-Kendari, yang dilanjut dengan kapal penumpang tujuan pelabuhan tujuan Ereke-Wanci (Wangi-wangi).

Selain destinasi alam dan budaya, Wakatobi juga kaya akan tradisi uniknya. Berikut tradisi unik di Wakatobi.

Tradisi Adat Unik

Prosesi Adat Kansoda’a Kansoda’a

Prosesi ini merupakan simbol kebanggan kebanggaan keluarga Wakatobi yang anak perempuannya tengah beranjak dewasa. Para anak akan mengenakan pakaian adat lengkap dengan diminasi warna cerah dan emas, kepalanya dihiasi mahkota dari bunga dan burung lalu diarak keliling kampung dengan ditandu.

Tradisi Bangka Mbule-Mbule

Sedikit berbau mistis tradisini ini dilakukan dengan melarung sesajen ke laut yang diarak oleh perahu-perahu nelayan. Ritual khas warga Mandati Selatan tersebut dilakukan setahun sekali khususnya jika ada bencana alam, gagal panen maupun musibah-musibah besar lain.

Pesta Adat Duata Duata

Ini merupakan ritual yang dilakukan masyarakat yang diharapkan dapat menghilangkan penyakit, mengobati orang sakit, dan juga meminta rejeki. Ritual ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Pada hari terakhir ritual pawang akan menari-nari di atas sampan yang dirakit dan didayungk oleh puluhan orang ke tengah laut.

Pesta Adat Posepaa Posepaa

Ini merupakan tradisi masyarakat Liya Wakatobi. Hanya dilaksanakan di hari-hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Posepaa artinnya menendang, karena itu ritual yang dilakukan adalah menendang. Tujuannya tak lain untuk melatih ketangkasan pemuda-pemudanya.

Comments are closed.