Tradisi Natal di Setiap Negara yang Pastinya Unik

Travel

Tradisi Natal di setiap negara pasti diselenggarakan dengan meriah dan penuh suka cita. Tapi, cara merayakan Natal di tiap negara memiliki keunikannya tersendiri. Maka, jangan heran jika berbagai negara di dunia punya tradisi  unik dalam menyambut hari besar ini.

Natal merupakan salah satu hari besar keagamaan yang tiap tahunnya dirayakan oleh seluruh umat kristiani di berbagai negara di dunia pada 25 Desember. Berbagai kegiatan seru dan menarik dilakukan oleh setiap orang untuk merayakan lahirnya Yesus Kristus ini.

Di Indonesia, Natal dirayakan dengan suasana yang amat kental dengan nuansa kekeluargaan. Bertukar kado dan makan malam bersama merupakan beberapa hal yang dilakukan orang untuk merayakan Natal di tanah air. Namun, nyatanya setiap negara memiliki cara sendiri untuk merayakan Natal. Bahkan, di beberapa negara, Natal tak hanya dirayakan pada tanggal 24 Desember, melainkan hingga awal Januari.

Hal ini terjadi karena beberapa negara tak menggunakan kalender masehi, tapi kalender Julian dan kalender Gregorian yang dimiliki oleh umat kristiani. Penasaran bagaimana perayaan tradisi Natal di setiap negara? Simak tradisi Natal di setiap negara yang pastinya unik berikut ini!

Alaska

Di Alaska, perayaan Natal dimulai setelah sebelumnya melalui prosesi Thanksgiving. Masyarakat setempat berkumpul di jalan-jalan utama kota dan menari-nari sambil menikmati hiburan yang ada. Tak hanya orang dewasa, perayaan Natal di negara satu ini pun dimeriahkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak.

Mereka akan membawa bintang Natal tradisional yang diikat di tiang sembari berkunjung dari rumah ke rumah. Anak-anak tersebut akan menyanyikan lagu-lagu Natal di setiap rumah yang mereka kunjungi. Dari rumah-rumah tersebutlah anak-anak akan mendapatkan berbagai hadiah, mulai dari kue hingga mainan.

Masyarakat Alaska merayakan Natal tak hanya di tanggal 25 Desember saja, melainkan hingga 6 Januari dengan acara puncak yang disebut Pesta Epiphany.

Italia

Perayaan Natal di Italia tidak lengkap tanpa adanya hiasan patung kayu bayi Yesus. Tradisi unik ini dikenal dengan nama Nativity. Setiap tahunnya menjelang Natal, para pengrajin ukuran kayu pasti kebanjiran pesanan patung kayu ini. Pasalnya, setiap keluarga dan Gereja akan memajang hiasan ini di sudut rumah atau Gereja.

Selain itu, masyarakat setempat juga akan mengadakan sebuah pesta di malam Natal. Dalam pesta makan malam ini, mereka akan menyuguhkan tujuh macam ikan yang dimasak dengan cara tradisional. Tak hanya orang dewasa, tradisi Natal di setiap negara terutama di Italia pun dimeriahkan dengan kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak. Mereka akan menggantung kaus kaki mereka di rumah agar mendapatkan hadiah dari Santa Klaus.

Swedia

Jika saat Natal, anak-anak banyak menunggu kedatangan Santa Klaus, lain ceritanya dengan anak-anak di Swedia. Satu hal yang paling diharapkan oleh anak-anak di Swedia tak lain adalah Santa Lucia.

Santa Lucia merupakan Santa pelindung cahaya yang tak hanya memberikan hadiah, tapi juga keberkahan. Menurut ceritanya, Santa Lucia turun ke bumi dan mengunjungi setiap anak sebelum malam Natal tiba. Maka, tak heran jika perayaan Natal di Swedia dirayakan sejak tanggal 13 Desember.

Tradisi unik lainnya dalam merayakan Natal di negara satu ini adalah putri sulung dalam keluarga harus bangun lebih pagi dari anggota keluarga lainnya. Ia harus melayani sarapan untuk orangtua dan saudaranya sambil mengenakan gaun putih. Unik sekali, kan?

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Berbagai keunikan dalam perayaan menjadi tradisi Natal di setiap negara tersebut nyatanya memiliki tujuan yang sama, yaitu merayakan hari lahirnya Yesus Kristus dengan suka cita. Kalau di keluarga Anda, apa tradisi unik yang dilakukan saat merayakan Natal?

Comments are closed.