Telusuri Lebih Dalam Apa Itu Wat Phra Kaew dan Royal Grand Palace

Travel

Thailand adalah salah satu tempat tujuan wisata turis dari berbagai belahan dunia. Banyak sekali wisata yang bisa dikunjungi, terutama di ibukota Thailand, Bangkok. Jika bingung, Wat Phra Kaew bisa menjadi salah satu tujuan paling menariknya.

Siapa yang melewatkan Wat Phra Kaew ketika pergi ke Bangkok. Tempat wisata yang merupakan salah satu wisata paling banyak dikunjungi di daerah tersebut. Dan jika Anda tertarik dengan tour wisata yang berkaitan dengan lokasi wisara ini serta bagaimana keistimewaan yang ada di dalamnya, mungkin ulasan di bawah ini akan membantu Anda untuk mengetahui lebih dalam lagi.

Apa itu Wat Phra Kaew dan Royal Grand Palace?

apa itu wat phra kaew

Berbicara mengenai Wat Phra Kaew biasanya tidak terlepas dari Royal Grand Place, di mana keduanya merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan di Bangkok hingga saat ini. Tempat wisata yang memiliki nama asli Wat Phra Sri Rattana Satsadaram ini adalah vihara terpenting di Thailand. Dengan lokasi tepat terletak di tengah kota Bangkok.

Baca juga: 20 Tempat Wisata di Thailand yang Seru dan Wajib Dikunjungi

Jika Anda berkunjung ke tempat ini dan memandang ke bagian luar kapel, maka Anda akan menjumpai patung Fewi Kuan Im, atau Dewi Pengasih. Dan jika Anda bergeser sedikit ke sekitar lokasi tadi Anda berkunjung, maka Anda akan menjumpai dua patung sapi sebagai lambang tahun kelahiran Raja Rama I. Bahkan, masih di sekitar dari lokasi ini terdapat mural sepanjang 2 Km yang menggambarkan epos Ramakian atau yang disebut juga dengan versi Thailand Ramayana yang dimulai dari gerbang utara hingga ujung selatan di lokasi tersebut.

Yang tidak kalah untuk Anda perhatikan adalah mengenai gaya pemakaian di tempat ini. karena, jika Anda berkunjung ke tempat ini itu berarti Anda wajib memakai celana atau rok panjang dan pakai atas berlengan. Meskipun terdapat penyewaan kostum, akan tetapi alangkah baiknya jika sudah mempersiapkan terlebih dahulu supaya tidak lama dalam mengantri hanya untuk berganti pakaian saja.

Baca juga: Sebelum Berkunjung ke Kuil-Kuil di Thailand, Pahami Etika Ini!

Sedangkan untuk Istana Royal Grand Palace merupakan simbol arsitektur Thailand di sepanjang masa sebagai bentuk sejarah pula. Dulunya, dalam memulai pembangunan istana ini dilakukan pada tahun 1782 saat pemerintahan Raja Rama I, sebagau pendiri Dinasti Chakri. Pada mulanya, tujuan Beliau membangun istana ini adalah untuk menjadi kediaman keluarga kerajaan saja. Sehingga, setelah jadi pun Royal Grand Palace digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan meskipun hanya hingga tahun 1925. Karena, jika kita memperhatikan kegunaan tempat tersebut saat ini, hanya digunakan untuk upacara-upacara khusus saja.

Untuk pembagian wilayah Royal Grand Palace sendiri terbagi menjadi tiga wilayah antara lain area luar yang merupakan kantor pemerintahan dan gedung-gedung publik serta lokasi patung Emerald Buddha, area tengah yang berperan sebagai lokasi gedung-gedung pemerintahan, dan area dalam yang merupakan tempat eksklusif bagi raja dan anggota keluarga tentunya.

Hal-Hal yang Menarik dari Wat Phra Kaew

Hal-Hal yang Menarik dari Wat Phra Kaew

Beberapa Relief dan Arca dari Indonesia

Terdapat banyak sekali alasan yang membuat Wat Phra Kaew menarik untuk dikunjungi oleh siapa saja dan menjadi bahan perbincangan yang menraik oleh siapa saja pula. Di antaranya, bahwa konon sekitar akhir tahun 1800an, Raja Chulalongkorn dari Thailand berkunjung ke Hindia Belanda sebagai sebuah nama sebelum menjadi Indonesia. Raja dari Thailand tersebut meminta puluhan relief serta beberapa arca dari Borobudur dan Prambanan. Dan tentunya tidak Cuma-Cuma. Karena sebagai gantinya, Raja Chulalongkorn memberikan satu patung gajah yang sekarang dipasang di Museum Nasional atau yang saat ini di kenal sebagai museum gajah.

Barisan Prajurit di Kompleks Istana

Tidak heran jika di dalam wisata sejarah ini terdapat banyak sekali lukisan atau gambar tentang hanoman. Karena beberapa dari mereka memiliki kesamaan cerita seperti Ramayana versi Indonesia yang tentunya tidak dapat terlepas dari hanoman tadi. Dan uniknya lagi, bahwa setiap detail dari bangunan yang ada di sana memiliki cerita masing-masing. Bahkan, yang tidak kalah unik adalah bahwa di sini juga terdapat replika Angkor Wat Kamboja yang terkenal dengan kecantikannya.

Desain Bangunan yang Menakjubkan

Beberapa arca yang berasal dari Borobudur sebagai bentuk penukaran benda-benda istimewa tadi disimpan di Wat Phra Keaw. Seperti halnya Dhyani Buddha yang dapat Anda jumpai di empat titik Phra Mondop dan juga arca singa sebagai salah satu arca yang turut diminta. Dan untuk sisanya, disimpan di Museum Nasional Bangkok, yang berada tepat tidak jauh lokasinya.

Tip Liburan ke Wat Phra Keaw

tip liburan kei Wat Phra Kaew

Perlu Anda ketahui bahwa jika Anda hendak mengunjungi tempat ini atau kompleks ini, maka akan lebih baik jika mengunjunginya sebelum pukul 10. Kenapa demikian? Karena selain panas yang cukup terik, setelah jam 10 pengunjungnya makin membeludak bahkan membuat lokasi sekitar terasa sesak. Sehingga banyaknya lautan manusia tersebut membuat antrean semakin panjang pula. Dan tentunya bukan hal tersebut yang Anda mau bukan?

Dan lebih disarankan lagi jika Anda hendak pergi ke tempat ini, maka diperbolehkan untuk Anda membawa bekal atau air minum mengingat tempat ini merupakan lokasi wisata terbuka.

Sedangkan untuk waktu kelilingnya sendiri diperlukan setidaknya 2 sampai 3 jam untuk berkeliling kompleks wisatanya. Dan setelah Anda merasa puas berkeliling, Anda dapat menikmati makan dan minum di pinggiran sungai Chao Phraya yang harganya tidak terlalu mahal sesuai dengan kantung dan tentunya menarik untuk di kunjungi. Bagaimana, yakin tidak mau menjajal keseruan Wat Phra Kaew?

Baca juga: Liburan ke Negera Gajah Putih, Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh Khas Thailand Ini, Ya!

Tiket Masuk Wisata

Harga tiket masuk Grand Palace atau Rattanakosin yang biasanya menjadi satu atau digabungkan dengan Wat Phra Keaw adalah sekitar Rp225.000. Sedangkan untuk jam operasionalnya sendiri dimulai dari jam 8.30 pagi hingga pukul 3.30 sore sebagaimana yang dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara di tempat ini pada umumnya. Kecuali jika ada upacara keagamaan yang secara khusus digelar di tempat istimewa ini yang memungkinkan perubahan jadwal buka dan tutupnya. Namun, perlu diingat pula bahwa tidak ada jalur BTS ataupun MRT menuju kompleks wisata ini.

Jika Anda hendak menggunakan fasilitas berupa BTS atau MRT, Anda harus berhenti di stasiun tertentu untuk kemudian disambung dengan angkutan lainnya yang dapat menyalurkan perjalanan Anda. Sebagai contohnya adalah bus atau taksi di sekitar lokasi tersebut. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Comments are closed.