Kunjungi Wisata Timor Leste yang Super Keren

Travel

Meskipun wilayahnya terbilang kecil, tetapi ada banyak wisata Timor Leste yang wajib Anda kunjungi dan nikmati.

Pernah menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan negara satu ini. Selain Malaysia dan Singapura, Timor Leste juga menjadi negara tetangga Indonesia.

Luas wilayah Timor Leste memang tidak sebesar Indonesia. Meskipun begitu, negara bekas jajahan Portugal ini merupakan negara yang banyak menyimpan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Alam dan budaya di Timor Leste merupakan saksi nyata dari kisah perjalanan masyarakat Timor Leste dalam menghadapi dinamika politik yang silih berganti.

Julukan matahari terbit memang sangat pas untuk negara ini. Keindahan dari setiap alam yang ditampil menjadi kenangan indah yang tidak mungkin dilupakan. Jika Anda ingin menambah cap pada paspor, berikut ini beberapa wisata Timor Leste yang super keren dan wajib dikunjungi.

Wisata Timor Leste

Situs Patung Yesus Terbesar Ketiga di Dunia, Cristo Rei

Cristo Rei atau yang dikenal dengan nama Patung Yesus Kristus Raja ini bisa Anda lihat di Deli. Mengapa terdapat destinasi wisata ini? Sebab, hampir 97 persen penduduk Timor Leste menganut agama Katolik Roma, sehingga situs religi mudah ditemukan di negara ini. Cristo Rei di Dili adalah patung Yesus yang dihadiahkan oleh Pemerintah Indonesia kepada masyarakat Timor Timur pada 1996 (saat itu masih menjadi provinsi di Indonesia). Patung ini memiliki tinggi 27 meter dan sangat indah dipandang dari kejauhan maupun dari dekat.

Anda yang beragama katolik mungkin bisa mengunjungi destinasi ini sambil beribadah. Namun, Anda yang bukan penganut katolik, tidak ada salahnya berjalan-jalan ke atraksi wisata dengan nama lokal ‘Kristus Raja Dili’ sambil berolahraga. Sebab untuk menuju ke lokasi, Anda harus naik sekitar 500 anak tangga untuk mencapai puncaknya. Sesampainya di atas, Anda akan disajikan pemandangan lepas pantai dari Semenanjung Fatucama yang sangat menakjubkan. Hamparan laut biru bisa jadi latar belakang belakang foto yang pasti akan menjadi kenangan indah.

Menyelam atau Memancing di Pulau Atauro

Rupanya hampir semua masyarakat di dunia senang sekali menghabiskan akhir pekan dengan berlibur. Termasuk masyarakat Timor Leste yang sering menghabiskan liburan di Pulau Atauro. Berdekatan dengan Dili, Pulau Atauro memiliki banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan. Contohnya, bersantai karena udara yang sangat sejuk, diving karena kekayaan biota lautnya yang sangat indah, berenang tanpa perlu menyelam terlalu dalam untuk melihat terumbu karang yang masih alami, dan memancing.

Berendam di Pemandian Air Panas Marobo

Selain di kota Dili, masih ada banyak kota lainnya yang menyimpan destinasi, seperti Maliana yang berada di ujung Timor Leste. Selama empat jam perjalanan menuju Maliana, Anda akan disuguhi pemandangan sawah dan pepohonan yang rimbun. Ketika udara semakin dingin, artinya Anda sudah mendekati Marobo. Ada dua tempat yang harus Anda singgahi di Marobo, pemandian umum dan sumber air panas yang alami. Letaknya berdekatan, kok!

Terdapat tiga kolam renang di pemandian Marobo yang berbeda warna. Kolam berwarna biru berisi air panas yang ditampung langsung dari sumbernya di gunung. Setibanya di Marobo, Anda bisa melepas lelah di kolam ini. Namun jangan terlalu lama, ya. Kolam berwarna putih berisi air dingin dan bercampur kapur. Sedangkan kolam berwarna hijau adalah favorit para turis, karena kehangatan airnya pas untuk berendam.

Gunung Ramelau, Pengalaman Mendaki yang Memukau

Gunung Ramelau dengan tinggi 2986 mdpl adalah puncak tertinggi di kawasan Timor Leste. Para wisatawan bersemangat menanti matahari terbit di sini. Saat awan yang menyelimuti perbukitan tersibak hangatnya sinar mentari, sungguh pemandangan yang menakjubkan!

Untuk mendaki Gunung Ramelau, Anda harus memulai perjalanan dari Desa Hatubuilico, yang berjarak sekitar tiga jam dari Dili. Sesampainya di puncak, ada patung Virgin Mary setinggi tiga meter yang dijadikan tempat untuk memanjatkan doa. Pada hari-hari besar keagamaan Katolik, dapat dipastikan Gunung Ramelau dipadati oleh para peziarah.

Pulau Jaco Seindah Raja Ampat

Puas trekking, menyeberanglah ke Pulau Jaco yang masih menjadi bagian dari Taman Nasional Nino Konis Santana. Pulau seluas 11 kilometer ini tidak boleh dihuni oleh manusia, karena memang dijaga untuk konservasi alam. Alhasil, Pantai Tutuala dan sekitarnya masih sangat asri dan bebas sampah.

Pada dasarnya akses ke titik ini cukup sulit. Anda hanya punya dua pilihan, yaitu ikut trip yang disediakan oleh tour agent karena mereka menyediakan kendaraan khusus untuk perjalanan darat. Atau Anda bisa memilih backpacking menggunakan angkutan umum dari Dili yang membutuhkan waktu cukup lama, dilanjutkan dengan ikut kapal nelayan. Akan tetapi, rasa letih perjalanan akan terbayarkan dengan sepinya pantai dan laut, yang membuat Anda serasa berada di pulau pribadi. Maka dari itu, wisatawan mancanegara tak merasa menyesal membayar mahal untuk pengalaman mengesankan ini.

Mengejar Lumba-lumba dan Paus di Selat Wetar

Selat Wetar yang merupakan perbatasan wilayah Timor Leste dengan Maluku, merupakan destinasi wisata yang istimewa. Pada periode Oktober hingga Desember, lokasi ini menjadi rute migrasi utama lumba-lumba dan paus. Beberapa spesies paus yang pernah ditemukan di Selat Wetar antara lain paus pilot, paus biru, paus pembunuh, dan paus sperma.

Ilmuwan kelautan dan fotografer kawakan kerap berlayar ke sini untuk mempelajari kebiasaan makhluk laut yang menggemaskan ini. Tak ketinggalan, program-program televisi internasional turut mengulas tentang Selat Wetar hingga destinasi ini mendunia.

Satu Asuransi untuk
Semua Destinasi Liburan

Pilih Asuransi Perjalanan di Sini!

Mendalami Budaya Lokal di Pasar Tais  

Kain ‘Tais’ yang berwarna-warni ini tidak hanya sedap dipandang, tapi juga menyimpan berbagai filosofi mendalam. Pada zaman dahulu, corak pada kain Tais menyiratkan status sosial. Kain ini pernah menjadi metode pertukaran laiknya mata uang yang digunakan untuk ‘membeli’ hewan ternak. Maka dari itu, para perempuan di pedesaan Timor Leste harus memiliki kemampuan menenun kain Tais agar bisa mendukung keberlangsungan hidup keluarganya.

Selain menikmati keindahan alamnya, Anda juga bisa mendalami budaya lokal ini dengan mengujungi pasar Tais untuk membeli kain dan juga melihat secara langsung proses penenunan kain Tias ini.

 

Comments are closed.