Disebutkan, Truong Tien Thao dari Hanoi Vietnam, sebagaimana ditulis di situs berita www.dw.de, 2 Oktober 2013, yang sudah berumur 65 tahun dan istrinya yang berusia 61 tahun, setiap hari masih harus bangun pagi untuk menyiapkan kedai teh kecil milik mereka. Kedai itu adalah sumber pendapatan mereka satu-satunya. Thao menyebut, di usianya tersebut, ia tak punya dana pensiun dan tak ada asuransi kesehatan. Mereka hanya mengandalkan pendapatan sekitar US$50 setiap bulan atau sekitar Rp650 ribu per bulan (US$1 = Rp13 ribu).

Anda tentu tak ingin bernasib seperti mereka. Tapi, jika kemudian ditanyakan, apakah Anda sudah siap untuk pensiun, sudah punya asuransi pensiun, serta seperti apa kehidupan pensiun Anda kelak, apa jawaban Anda? Apa pun jawaban Anda, ada baiknya Anda mulai memikirkan rencana masa pensiun. Menurut konsultan keuangan Wiwit Prayitno, setidaknya ada tiga hal yang perlu dipikirkan terkait masa pensiun. Pertama, kapan Anda berencana untuk pensiun, berapa dana yang ingin dicapai pada masa pensiun, serta bagaimana pola hidup di masa pensiun (www.kontan.co.id, 5 Oktober 2010).

Lalu, setelah tahu rencana masa pensiun, Anda perlu menyiapkan beberapa strategi terkait dengan investasi masa pensiun. Apa saja hal yang perlu Anda pertimbangkan? Berikut beberapa di antaranya:

Mulai investasi sejak dini

Hal penting agar bisa memasuki masa pensiun dengan sejahtera adalah dengan berinvestasi sedini mungkin. Ingat pepatah Òwaktu adalah uangÓ. Tidak ada yang bisa mengembalikan waktu ke masa muda. Maka, selagi muda dan bisa mengumpulkan uang, simpan uang untuk persiapan masa tua. Sekadar gambaran, konsultan keuangan Wiwit Prayitno mengatakan, jika orang investasi mulai dari usia 30 dan 40 tahun, perbedaan uang investasi per bulannya bisa tiga kali lipat. Jika ingin pensiun usia 55 tahun dengan kekayaan Rp1 miliar, maka investasinya jika dimulai dari usia 30 tahun adalah Rp753.674. Sedang jika dimulai dari usia 40 tahun nilai investasi per bulanya Rp2.412.718 per bulan. Itu dengan asumsi imbal hasil per tahunnya 10%. (www.kontan.co.id, 5 Oktober 2010).

Perhitungkan nilai uang di masa mendatang

Jika Anda memilih asuransi pensiun sebagai salah satu persiapan pensiun, perhitungkan nilai pertanggungannya agar benefit yang didapat bisa mencukupi kebutuhan dasar Anda ketika masa pensiun tiba. Misalnya, jika menggunakan data Bank Indonesia di mana rata-rata inflasi tahun 2013 dan 2014 delapan persenan (www.bi.go.id, 20 Februari 2015) dan Anda memperkirakan pensiun 10 tahun lagi, maka pada saat itu inflasinya sekitar 80%. Sehingga, jika saat ini kebutuhan dasar Anda sebulan menghabiskan Rp2 jutaan, diperkirakan pada 10 tahun mendatang angka kebutuhan dasar tersebut naik 80% menjadi sekitar Rp3,6 jutaan per bulan. Andreas Hartono, ahli keuangan penulis buku Nasibmu di Dompetmu (Elex Media Komputindo, 2012), mencontohkan, jika Badu berusia 32 tahun dan ingin pensiun di usia 55 tahun dengan perkiraan meninggal di usia 75 tahun, maka kebutuhan dana pensiunnya Rp7,39 miliar. Itu dengan kondisi biaya hidupnya saat berusia 32 tahun adalah Rp5 juta per bulan dengan tingkat inflasi 10% (www.mengelolakeuangan.com, 18 Februari 2015).

Pilih produk investasi yang kira-kira bisa mengalahkan inflasi

Menurut perencana keuangan Aidil Akbar, salah satu hal yang perlu diwaspadai terkait dengan berkembang atau tidaknya investasi adalah inflasi. Karena itu, untuk investasi jangka panjangÑseperti misalnya untuk dana pensiunÑharus dicari produk investasi yang memberikan rata-rata hasil investasi melebihi rata-rata inflasi paling tidak 10 tahun terakhir (Aidil Akbar, Easy Planning. Jakarta: Mizan Publika, 2013).

Sebarkan artikel ini melalui fitur jejaring sosial agar lebih banyak relasi Anda yang siap menghadapi pensiun. Bagikan juga komentar Anda terkait persiapan pensiun melalui kolom di bawah ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *