Salah satu elemen penting dalam asuransi adalah premi asuransi. Premi asuransi merupakan uang yang harus dibayarkan tiap bulan oleh Pemegang Polis. Uang yang dibayarkan sebagai premi adalah bentuk keikutsertaan Pemegang Polis dalam program asuransi. Besarnya premi ditetapkan oleh perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk asuransi. Umumnya untuk menentukan besaran premi asuransi, perusaahan akan memperhatikan keadaan Tertanggung.

Namun sayangnya masih banyak pengguna produk asuransi yang masih belum terlalu memahami tentang penghitungan premi asuransi. Ini karena penyampaian tentang premi asuransi biasanya tidak dibuat simpel. Terlebih orang cenderung malas untuk menggali informasi jika sebuah berkas memuat lebih banyak data angka daripada huruf.

Untuk membantu Anda memahami bagaimana menghitung premi asuransi jiwa, simak ulasan berikut ini.

Mengenal Premi Asuransi

Seperti yang sudah disebutkan pada paragraf pembuka, premi asuransi merupakan salah satu elemen penting dalam asuransi. Jika Anda tidak membayarkan premi sesuai dengan ketentuan atau perjanjian dengan perusahaan asuransi maka bisa jadi program asuransi tersebut akan diberhentikan. Anda pun tidak bisa mengklaim manfaat asuransi yang ditawarkan.

Untuk itu, saat agen asuransi atau tempat Anda membeli asuransi sedang menjelaskan tentang premi, perhatikanlah dengan seksama. Jangan sampai ada informasi yang terlewat. Apabila ada hal yang membingungkan jangan ragu untuk menanyakannya, daripada nantinya Anda menemukan kesulitan.

Biasanya bagian tersulit untuk memahami premi asuransi terletak pada cara perhitungannya. Deretan angka mungkin akan membuat Anda sekadar mengiyakan penjelasan agen asuransi dan hanya ingin mendengar berapa besaran yang harus dibayarkan. Padahal, Anda juga perlu mengetahui perhitungan premi agar jika nanti terjadi kesalahan bisa segera diperbaiki.

Menghitung Premi Asuransi

Sebenarnya untuk menghitung total premi asuransi yang harus dibayarkan cukup mudah. Anda cukup mengalikan tarif premi yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan jumlah tanggungan. Namun Anda mungkin bertanya-tanya dari mana angka-angka tersebut berasal, terutama tarif premi.

Untuk menetapkan tarif premi perusahaan asuransi berpedoman pada Uang Pertanggungan yang akan dibayarkan kepada Tertanggung. Uang Pertanggungan adalah sejumlah uang yang akan dibayarkan oleh Penanggung (perusahaan asuransi) kepada Tertanggung apabila pemegang polis terdampak risiko yang telah disebutkan pada awal perjanjian, misalnya: kematian atau cacat total. Lalu bagaimana cara mengetahui jumlah Uang Pertanggungan?

Cara Mengetahui Jumlah Uang Pertanggungan

Untuk menentukan besaran Uang Pertanggungan setiap perusahaan asuransi memiliki metode dan pertimbangannya masing-masing. Di Indonesia sendiri biasanya ada tiga metode yang biasanya digunakan untuk menghitung Uang Pertanggungan. Metode ini telah disetujui oleh AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dan diterapkan oleh perusahaan-perusaahan asuransi di Indonesia. Tiga metode tersebut adalah:

  • Human Life Value
  • Metode pertama yang biasa digunakan perusahaan asuransi untuk menghitung besaran Uang Pertanggungan adalah Human Life Value. Sama seperti namanya, metode ini menggunakan “nilai” seseorang untuk menentukan Uang Pertanggungan. Apa yang dimaksud dengan nilai di sini adalah berapa usia seseorang, waktu pensiunnya, pendapatannya, serta pengeluarannya.

    Jadi apabila Tuan Z berusia 35 tahun dengan penghasilan Rp240 juta per tahun dan pengeluaran per tahunnya adalah Rp60 juta. Tuan Z juga merencanakan pensiun 25 tahun lagi. Maka dari data tersebut dapat dihitung besaran Uang Pertanggungannya yakni:

    Rencana pensiun (tahun) x Pendapatan per tahun x 0,5
    = 25 tahun x Rp240 juta x 0,5
    = Rp3 milyar

    Maka Uang Pertanggungan yang wajib dibayarkan kepada keluarga Tuan Z adalah Rp3 milyar.

  • Income Based Value
  • Metode Human Life Value memiliki satu kelemahan, yakni tidak mempertimbangkan kemungkinan naik-turunnya biaya atau kebutuhan. Selain itu, metode tersebut juga tidak memperhitungkan inflasi yang kemungkinan besar akan terjadi tiap tahunnya. Maka beberapa perusahaan pun lebih memilih metode Income Based Value.

    Untuk menghitung Uang Pertanggungan dengan Income Based Value Anda bisa menyimak contoh berikut:

    Nyonya Y saat ini berusia 45 tahun dengan gaji per tahun Rp60 juta. Ia merencanakan untuk pensiun saat usianya menginjak 60 tahun. Maka Uang Pertanggungan yang bisa didapatkan pihak Tertanggung dari Nyonya Y adalah sebagai berikut:

    Pendapatan per tahun : 6%
    = Rp60 juta : 6%
    = Rp1 milyar

  • Financial Needs Based Value
  • Metode terakhir ini biasanya digunakan untuk melindungi biaya pendidikan di masa mendatang. Misalnya biaya kuliah sekarang adalah sekitar Rp250 juta, maka sekitar 9 tahun lagi biaya kuliah akan meningkat menjadi Rp535 juta dengan perkiraan kenaikan biaya pendidikan sekitar 10 per tahun.